Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Overview Kitab Ihya' Ulumuddin versi Indonesia

Overview Kitab Ihya' Ulumuddin versi Indonesia

oleh: Latief_mz    
ª
 
IDENTITAS BUKU :

JUDUL BUKU : IHYA’ ULUMUDDIN I (Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama)
PENULIS : IMAM AL-GHAZALI
PENERBIT : REPUBLIKA PENERBIT
CETAKAN : 1, 2011
TEBAL : xxxii+267 halamam

Menurut anda apasih timbangan seseorang dikatakan bahagia dalam hidupnya??
Dimana sih letak kebahagiaan itu??
Apakah harta melimpah, mobil mewah, kedudukan tinggi pasti menjamin kebahagiaan??
lalu mengapa mereka yang bergelimang harta seolah tak pernah senang dengan hidupnya yang penuh dengan beban dan tekanan??
Banyak diantara mereka yang menghalalkan segala cara demi tercapainya keinginan atas terpenuhnya nafsu pribadi atas nama perut dan cari makan. Waktu seperti terbalik malam merayap siang terlelap. Adalah umum di semua zaman bahwa manusia cenderung mengutamkan dunia dan menomorduakan akhirat. Tak terkecuali zamannya hujjatul islam, Ghazali. Saat hal ini terjadi maka hal tersebut menjadi tanda bahwa pemahaman agamanya semakin merosot dan mandek. fakta inilah yang kemudian membawa Al-Ghazali menyusun karya yang di beri judul “ Ihya’ Ullumudin” atau menghidupkan kembali ilmu-ilmu Agama. Buku inilah yang menjadi masterpiecenya Al Ghazali.

Tema-tema yang dikupas dalam buku ini meliputi; ibadah, urusan dunia atau pekerjaan sehari-hari, kejahatan yang merusak atau perbuatan yang membinasakan dan kebaikan yang membangun atau perbuatan yang menyelamatkan.

Al ghazali menguraikan pembahasan ilmu yang masuk dalam tema Ibadah sebagi pembahasan awal. Karena beliau berkeyakinan bahwa ilmu merupakan bekal utama manusia dalam menjalankan kehidupan, baik untuk tujuan dunia maupun akhirat. Semuanya djelaskan secara rinci disertai penjelasan lain yang berupa hal-hal apa sajakah yang disunahkan dalam beribadah dan pengalaman para ulama’.

Pembasan Kedua meneganai urusan duniawi. Dalam bab ini diuraikan hikmah hubungan antar manusia, liku-liku yang menghiasinya, apa saja yang disunahkan serta memelihara diri dari hal yang berlebihan. Adab makan, berteman, mengasingkan diri dan lain-lain adalh termasuk dalam pembahsan ini.

Penjelasan Ketiga membahas tentang kejahatan yang merusak. Diantaranya tentu saja penjelasan tentang ahlak tercela. Tak lupa pembahasan mengenai mengapa ahlak menjadi tercela dan bagaiman mengobantinya?Selain itu tak ketinggalan pula pembahsan tentang keajaiban jiwa, bahaya marah, bahaya perut dan nafsu seksual.

Kebajikan yang membangun menjadi Sub topic nomor empat. Yaitu tentang ahlak mulia, yang lembut dapat memikat siapapun. Batasan-batasan ahlak mulia, cara berahlak mulia, manfaat yang bisa dipetik dari bersikap mulia, cirri-ciri orang yang telah melakukannya serta menerangkan pula tentang tobat, sabar, dermawan serta sikap pasrah.

Imam Al-Ghazali mengingat bahwasannya kebahagiaan dunia tidak perlu dicari, karna kebahagiaan dunia adalah kebahagiaan semu yang menjanjikan kesenangan padahal faktanya justru menjauhkan manusia dari kebahagiaan. Kehidupan di dunia hendaknya kita jadikan bekal untuk menjalani kehidupan hakiki di akhirat nanti. Oleh karena itu meski kitab Ihya’ disusun ratusan tahun lalu pembahsannya tetap masih relevan dengan kehidupan sekarang. Kitab ini rencananya mau di cetak 8 jilid dan inilah jilid perdananya versi Indonesia.

Diterbitkan di: 27 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mn terjemah kitbnya bos Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.