Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Dewa Ruci Melanglang Buana

Dewa Ruci Melanglang Buana

oleh: evawim     Pengarang : C Kowaas
ª
 
Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1986.
Dalam Prakata-nya penulis menjelaskan kisah ini ditulis seluruhnya di Kapal Dewa Ruci, kemudian dikirim via pos dan dimuat bersambung di "Mingguan Cakrawala" terbitan Pusat Penerangan Angkatan Laut dengan judul "Surat-surat dari Laut".

Pertama kali diterbitkan berupa buku oleh Fa Mega Book Store, Jakarta, (1965) dengan judul "Sang Saka Melanglang Jagad" (312 halaman). Dalam pelayaran keliling dunia ini penulis, Sersan Mayor C Kowaas (lahir 1932, di Amurang, Manado, Sulawesi Utara) bertugas sebagai juru kamera. Pada terbitan kedua (1986) Mayor Laut Kowaas bertugas di Pangkalan Utama Angkatan Laut Tanjung Pinang sebagai Perwira Penerangan. Edisi ini mengalami revisi dan dilengkapi dengan detil mengenai profil tempat-tempat yang dikunjungi.

Buatan Jerman 1953, KRI Dewa Ruci berukuran panjang 58,3 m, lebar 9,5 m dan berat 847 ton.

KRI Dewa Ruci dikomandani Letkol Laut Hari Sumantri dibantu 10 perwira termasuk seorang dokter Mayor Sudibyo Sardadi dan sejumlah ABK. Dewa Ruci membawa 40 teruna Akademi Angkatan Laut tingkat akhir sehingga setibanya kembali di tanahair segera diwisuda menjadi Letnan Muda dan seorang wartawan, Wirasmo.

Pelayaran ini betul-betul mengelilingi dunia (yang bundar). Betolak dari Jakarta (Maret1964) ke arah Barat dan tiba kembali di tanahair dari arah Timur (November 1964).

Bertolak dari pangkalannya di Surabaya menuju Jakarta kemudian Dewa Ruci singgah di Sabang, selanjutnya ke Colombo (Sri Lanka), Jibouti, Port Said (Mesir) ... masuk ke Terusan Suez lantas singgah di Yugoslavia selama satu bulan.

Di Yugo, istirahat tiga hari di Split, kemudian naik dok di Zadar. Dari Zadar pindah ke kota tua Trogir untuk mengalami perbaikan besar-besaran dan ganti layar serta memasang patung Dewa Ruci yang baru di haluan, karena patung yang lama lepas dan ditelan ombak ketika diterjang angin ganas di Laut Tengah tak jauh dari Pulau Kreta. Patung Dewa Ruci yang baru itu karya senimanYugo,Yoko namanya.

DariYugo Dewa Ruci menuju Casablanca (Maroko). Sebagian ABK sempat pesiar ke Ibukota Negara, Rabat.

Penyeberangan berikutnya, Casablanca--Bermuda, mengarungi Samudera Atlatik selama 14 hari nonstop. Bermuda adalah kepulauan terdiri gugusan pulau-pulau kecil. Pertama-tama merapat di dermaga St Georges kemudian pindah ke Hamilton, Ibukota Bermuda. Di sini dilakukan persiapan "Operation Sail 1964" menuju New York (7 Juli).

Terdaftar sebanyak 11 kapal layar peserta dari berbagai negara dan bermacam ukuran. Paling banyak mengirim peserta adalah Norwegia, 3 kapal. Selebihnya Denmark, Indonesia, Amerika Serikat, Cili, Jerman, Spanyol, Argentina dan Portugis masing-masing mengirim1 kapal. Paling berat bobotnya Libertad (Argentina, 3.765 ton). Paling kecil Sorlandet (Norwegia, 567 ton). Umumnya yang dikirim adalah kapal latih Akademi Angkatan:Laut negara yang bersangkutan.

Dewa Ruci dan Libertad bisa dibilang kapal paling muda, masing-masing buatan1953 dan 1960. Kapal paling tua Statsraad Lehmkuhl, Norwegia (1914). Kapal ini pada Perang Dunia I ditawan Inggris tetapi pada 1922 dibeli kembali oleh Norwegia.

Di samping itu ada 11 kapal-kapal layar kecil sebagai penggembira sebesar kapal perintis di Indonesia. Dari jenis ini Amerika mengirim 5 kapal, Kanada 3, Inggris, Italia dan Jerman masing-masing 1.

Pelayaran tidak berlangsung mulus, setidak-tidaknya bagi Dewa Ruci yang mengalami patah tiang-puncak pada dini hari 8 Juli. Ketika itu berhembus angin kencang disertai hujan deras dan ombak besar. Kapal oleng, miring sampai 15 derajat. Terjadi kepanikan ketika beberapa teruna dibantu ABK dan dikomando Perwira Layar Kapten Sumartopo berusaha menurunkan tiang-puncak yang patah itu. Dikhawatirkan menjatuhi orang.

Di negara maju macam Amerika pun ternyata ramalan cuaca bisa meleset. Para perserta mengalami kematian angin. Justru ketika pelayaran baru memasuki hari kedua dari lima hari yang diramalkan seharusnya terjadi terpaan angin cukup kencang untuk menempuh jarak Bermuda--New Yok. Pada saat itulah peserta mulai menghidupkan masing-masing mesinnya. Pagi-pagi sekali 13 Juli Dewa Ruci memasuki Ambrose Channel, gerbang terluar sebelum memasuki Lower New York Channel

Dari New York menyusur pantai timur Amerika singgah di Annapolis, Akademi AL AS. Selanjutnya menuju Norfolk, pangkalan AL AS. Dari Norfolk menyeberangi Laut Karibia menuju terusan Panama dan berlabuh di Balboa juga pangkalan AL AS. Lepas dari Balboa langsung dihadang gelombng dan ombak yang lumayan ganas. Sehingga rencana peringatan 17 Agustus yang sedianya diselenggarakan di geladak dipindahkan ke Ruang Teruna di lunas kapal yang pengap.

Pada 20 Agustus pagi Dewa Ruci lego jangkar di depan pelabuhan Acapulco, Mexico. Tetapi baru dua hari kemudian merapat di dermaga pelabuhan itu.

Dari kota wisata Mexico ini selanjutnya Dewa Ruci menyusuri pantai barat Amerika menuju San Diego (1 September). Selanjutnya menyeberangi Samudera Pasifik. Pagi hari, 18 September, memasuki Pearl Harbour, Hawaii. Hampir sepekan di sini lanjut ke Pulau Midway.

Semula direncanakan singgah lagi di Pulau Wake atau Guam, sebelum pulang menuju Jayapura, Irian Jaya. Dengan urungnya persinggahan itu maka pelayaran dari PulauWake (1 Oktober) sampai di Jayapura (18 Oktober). merupakan pelayaran nonstop paling lama bagi Dewa Ruci sepanjang pelayarannya keliling dunia ini.
Diterbitkan di: 11 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.