Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Belajar Spiritual Bersama "The Thinking General"

Belajar Spiritual Bersama "The Thinking General"

oleh: evawim     Pengarang : Ki Juru Bangunjiwo
ª
 

Ketika buku belum di tangan, Anda tentu akan bertanya-tanya siapa gerangan "The Thinking General". Setelah melihat sampul depan, barulah tahu yang dimaksud adalah Jenderal (purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Buku ini sarat dengan ajaran (piwulang), amanat (paweling) dan nasihat (pitutur) para leluhur Jawa. Baik berasal dari leluhur di era Kerajaan Majapahit, Mataram, maupun yang diturunkan dari kisah-kisah pewayangan. Tak pelak lagi, "Bukun Belajar Spiritual ....." ini menampakkan sebagian wajah falsafah hidup orang Jawa.
Pengarangnya, Ki Juru Bangunjiwo (nama kecilnya, Sugeng Wiyono Al) dengan tekun  dan cermat menghimpun segala ajaran, amanat dan nasihat itu dari berbagai sumber sehingga berupa buku setebal 275 halaman yang patut diapresiasi kehadirannya.
Dari aslinya berbahasa Jawa (kuno) yang sudah tidak lazim lagi digunakan, Ki Juru mengindonesiakannya dengan baik dan benar.
Dari "Serat Kalatida" yang kemudian dikenal sebagai "Zaman Kalabendu" karya pujangga besar Jawa, Raden Ngabehi Ranggawarsita, sampai kisah Abunawas dalam cerita "Seribu Satu Malam". Bahkan cerita wayang seperti "Petruk Dadi Ratu" pun menjadi acuan di buku ini. Di samping kisah-kisah wayang lainnya, bukan hanya berkutat seputar Pandawa dan Kurawa, juga menyentuh gugurnya Rahwana ditembus panah Gunawijaya-nya Rama.
Menjelang ujung paparannya, Ki Juru Bangunjiwo mengupas kawruh (pemahaman) Jawa yang didalami SBY sebagai "S-4". Yakni, "sumarah--sumeleh--sumringah--sumrambah" . Singkatnya, (1) Sumarah, artinya menjalani kehidupan ini dengan sebaik mungkin namun semuanya diserahkan kepada Kehendak Tuhan. (2) Sumeleh, berarti  tidak ngoyo, tidak neko-neko (bikin ulah macam-macam) dalam mengejar sesuatu. Intinya, sekadar menerima yang menjadi haknya. (3) Sumringah, mengandung makna gembira. Mampu membangkitkan rasa gembira terhadap lingkungan di sekitarnya. (4) Sumrambah, sebagai manusia Jawa dituntut untuk bisa "manjing ajur ajer, mancala putra, mancala putri". Artinya, manusia Jawa harus bisa bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang bulu.
Mengapa belajar spiritual bersama "The Thinking General"? Beberapa petunjuk mengarah kepada "kadar" pemahaman SBY akan ihwal spiritual yang mumpuni.
SBY lahir pada hari Jumat Kliwon/Sabtu Legi, Wuku Bala (09/09/1949) di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur. Ia adalah anak dari pasangan Raden Sukotjo dan Siti Habibah. Ibunda SBY adalah keturunan  Pangeran Buwono Keling dari Majapahit dengan Raden Ayu Kustilah (keturunan Gusti Bandoro Ayu Putri Sultan Hamengku Buwono III).
SBY pernah diramal bakal menjadi presiden oleh Syaikh Hisyam Kabanni. Sayangnya,  selain foto Syaikh bersama SBY di sampul belakang, tak ada penjelasan lebih rinci  mengenai kapan dan siapa pula sesungguhnya Syaikh Kabanni.
Disebut-sebut bahwa SBY mempunyai penasihat spiritual terdiri dua kiai muda. Seorang asal Banten dikenal sebagai kiai "misterius" lantaran tak pernah mau disebutkan namanya. Begitu misteriusnya kiai muda itu sampai-sampai untuk berkomunikasi dengan SBY diperlukan pihak ketiga.
Seorang lainnya adalah KH Nashihin yang juga penasihat  Jami'yah Ahlit Mu'tabarah Indonesia (JATMI) di Pati, Jawa Tengah. Adalah KH Nashihin ini pula yang menyarankan agar SBY mendirikan Partai Demokrat sebagai kendaraan menuju Pilpres 2004.
Laku spiritual lainnya oleh SBY adalah ziarah ke makam para wali dan tokoh-tokoh ulama kharismatik, seperti Kiai Kholil (Bangkalan), Maulana Hasanuddin (Banten) dan Habib Husein Alaydrus.
Buku "Belajar Spiritual Bersama ..." terdiri sepuluh Bagian. Bagian ke Delapan dengan subjudul "Mencermati Pemangku Wahyu Istana" khusus menuturkan ihwal para mantan dan Presiden RI dengan  nuansa sipiritualnya.

Diterbitkan di: 09 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ya dengan kondis Indonesia yang sekarang ini seharusnya bukan hanya SBY yang belajar tentang hal itu tetpai para elite politik dan rakyat harus belajar dan kembali kepada ajaran luhur bangsa ini ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    setuju ... terimakasih, anda telah membaca ringkasan buku yg sy buat utk shvoong 17 Juli 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. Miftach

    Memang

    Memang SBY bukan orang sembarangan

    0 Nilai 11 Januari 2012
X

.