Buku ini menawarkan sejumlah ide dan gagasan brilian terkait konsep pendidikan islam, karena kita ketahui bahwa pendidikan Islam tidak mengenal sekat ruang dan waktu; ia tidak dibatasi oleh tebalnya tembok sekolah dan juga sempitnya waktu belajar di kelas, tetapi pendidikan Islam berlaku sepanjang hayat dan dimana saja sepanjang manusia mau dan mampu melakukan proses pendidikan. Selain itu beberapa kritik tajam menyangkut matei, kurikulum, sistem, model pembelajaran, serta proses penyelenggaraan pendidikan Islam juga akan banyak kita temui.
Pendidik adalah salah satu komponen yang paling vital dalam proses pendidikan, dijelaskan dalam buku tersebut bahwa tiap individu adalah pendidik, sehingga tiap manusia memiliki kewajiban memberikan pendidikan kepada dirinya sendiri dan lingkungannya dalam bentuk tauladan (uswah), sehingga tiap individu perlu mengetahui beberapa tugas pendidik, dan kompetensi pendidika yang juga dijelaskan dalam buku ini.
Untuk memberikan arahan bagi para pendidik, maka penjabaran ruang lingkup materi pendidikan sangat diperlukan, yang oleh penulis dijelaskan terdapat empat ruang lingkup pendidikan Islam, yang diantaranya:
1. Setiap proses perubahan dalam transformasi ilmu diharapkan selalu menuju kearah kemajuan dan perkembangan berdasarkan ruh ajaran Islam.
2. Perpaduan antara pendidikan jasmani, akal (intelektual, mental, perasaan (emosional) dan rohani (spiritual).
3. Keseimbangan antara jasmani-rohani, keimanan-ketakwaan, pikir-dzikir, ilmiah-amaliah, materiil-spiritual, individual-sosial dan dunia-akherat.
4. Realisasi dwi fungsi manusia, yaitu fungsi peribadatan sebagai hamba Allah untuk menyerahkan diri semata-mata kepada Allah dan fungsi kekhalifahan sebagai khalifah Allah untuk menguasai, memelihara , memanfaatkan, melestarikan dan memakmurkan alam semesta.
Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan yang dijelaskan oleh Naquib al-Atas yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan yang penting harus diambil dari pandangan hidup, dan jika pandangan hidupnya adalah manusia maka tujuan dari pendidikan islam adalah untuk menciptakan manusia yang sempurna dalam islam.
Ada lima prinsip yang dijabarkan oleh penulis untuk dapat mencapai tujuan pendidikan, diantaranya:
1. Prinsip integral yang menggambarkan adanya kesatuan dunia dan akherat.
2. Prinsip keseimbangan yang merupakan konsekuensi dari prinsip integral.
3. prinsip persamaan dan pembebasan yang merupakan determinasi dari konsep tauhid, bahwa setiap manusia di dunia ini adalah sama di hadapan Allah.
4. Prinsip kontinuitas dan berkelanjutan yang berimplikasi pada pendidikan seumur hidup (long life education).
5. prinsip kemaslahatan dan keutamaan.