Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Fiqh IBADAH

oleh: tole_88     Pengarang: Isnatin Ulfah; M.H.I
ª
 
TUGAS RESENSI BUKU
MATA KULIAH PENGANTAR FIQH DAN USHUL FIQH
RODLI JAUHARI FAUZI
NIM : 09360009

Resensi Buku Fiqh Ibadah
Judul Buku : Fiqh Ibadah
Pengarang : Isnatin Ulfah, M.H.I
Editor : M. Harir Muzakki, M.H.I
Penyunting : Drs. H. Rodli Makmun, M.Ag
Penerbit : STAIN Po PRESS Jl. Premuka 156 Ponorogo.
Tahun Terbit : 2009
Cetakan : Pertama

Tentang Penulis
Isnatin Ulfah namanya, yaitu pengarang buku “Fiqh Ibadah” ini. Beliau lahir di Surabaya. Mulai tahun 1989-1994 nyantri di pondok pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur. Dilingkungan pesantren ini pula penulis menyelesaikan pendidikan SLTP dan SLTA, kemudian penulis melanjutkan pendidikan S1 nya di IAIN Sunan Ampel Surabaya (1994-1999) di jurusan Perbandingan madzhab dan hukum, pendidikan jenjang S2 (1999-2003) ditempuh pada perguruan tinggi yang sama. Sejak tahun 2005 hingga sekarang, penulis mengabdikan diri di STAIN ponorogo sebagai dosen tetap.
Kelebihan Buku
Diantara kelebihan dari buku ini yaitu menyuguhkan tata cara beribadah, thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Disertai dasar-dasar hukumnya dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Juga disertakan pendapat para ahli fiqh yang berbeda-beda terhadap cara tatacara beribadah tersebut, sehingga dapat diketahui hukum-hukum yang disepakati dan diperselisihkan, serta sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat tersebut. Dan juga menerangkan beberapa maksud dan tujuan ibadah. Setelah mencoba menerangkan beberapa pendapat dari berbagai ulama’. Seperti contoh dibawah ini, yaitu beberapa pendapat para ulama’ tentang makna taharah :
- Menurut Yusuf Qardawi : Taharah ialah membersihkan diri dari sesuatu yang khusus dan melaksanakannya di anggap ibadah.
- Menurut al-Zuhayli : Taharah ialah pembersihan dari najis baik yang tampak (kotoran), maupun yang tidak tampak (hadats).
- Menurut Malikiyah dan Hanabilah : Taharah ialah menghilangkan hadats atau najis yang dapat menghalangi keabsahan shalat dengan air atau hanya sebatang menghilangkan status hadats dan najis dengan debu.
Tak hanya itu saja, buku ini menunjukkan dasar-dasar hukum atau dalil-dalil yang ada di al-Qur’an atau as-sunnah.
1. Al-Qur’an :
Surat al-Baqarah (222)
•      
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
2. Al-Hadist :
Dari ‘Ali bin Abi Talib, Rasulullah saw. Bersabda
مفتاح الصلاة الطهر وتحريمه التكبير وتحليلها التسليم
Kuncinya shalat adalah bersuci. Yang mengharamkannya adalah takbir, dan yang menghalalkannya adalah salam.
Kekurangan Buku
Disamping terdapat kelebihan, buku ini juga masih ada yang namanya kekurangan. Diantaranya yaitu :
- Dalam pembahasan beberapa macam shalat sunnah, buku ini tidak membahas semua macam shalat sunnah yang ada, baik yang berupa sunnah مؤكد (dikukuhkan) dan yang غير مؤكد (tidak dikukuhkan). Contohnya : Dalam buku ini tidak dibahas tentang shalat gerhana, shalat karena pengharapan hujan, shalat sunnah tawaf, shalat karena memasuki kota makkah, shalat li al-safar (shalat karena akan bepergian), shalat tahyat al-masjid, dan lain-lain. Bahkan shalat jenazah di buku ini juga tidak dibahas atau tidak diterangkan. Dalam buku ini juga tidak menerangkan tentang shalat Qada’ dan bagaimana hukum Qada’ bagi orang yang mati tetapi dia masih mempunyai tanggungan shalat fardlu.
- Dalam pembahasan puasa, tidak di terangkan waktu-waktu dimana di haramkan untuk melakukan puasa.
- Dalam buku ini juga kurang lengkap dalam memberikan contoh-contoh permasalahan dalam suatu ibadah atau hukum.

Buku ini cocok untuk dibaca oleh siapa saja (pelajar, santri, ustadz, dll). Lebih-lebih para mahasiswa jurusan perbandingan madzhab dan hukum, karena buku ini tidak hanya berpatok pada satu pendapat ulama’ atau hanya menelan mentah-mentah dalil yang ada di al-Qur’an atau Hadits. Sehingga kita bisa lentur dalam menyikapi beberapa perbedaan yang ada di masyarakat. Dibanding buku-buku lain yang menerangkan beberapa ketentuan ibadah yang hanya berlandasan pada satu imam atau madzhab saja.
Diterbitkan di: 27 Februari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimanapun Metode Membuka dan Menutup Pelajaran PAI Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.