Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Teilhard de Chardin: SINTESA BARU tentang EVOLUSI

Teilhard de Chardin: SINTESA BARU tentang EVOLUSI

oleh: Napalis     Pengarang : Joseph v. Kopp
ª
 
La marck, ahli biologi, tahun 1809 menerbitkan teori evolusi yang mengatakan bahwa semua mahluk hidup mengembangkan bentuknya secara terus menerus untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Charles Darwin, 1859, menerbitkan karyanya The Origin of Species mengatakan bahwa evolusi hasil seleksi alam dan perjuangan untuk hidup, sesungguhnya tidak lengkap, karena faktor mutasi belum diketahui. Tetapi teori dasarnya, bahwa kehidupan di bumi berkembang dari satu sumber adalah benar. Kemudian, Friedrich Angels menulis surat kepada Karl Max bahwa buku Darwin itu benar-benar hebat, benteng teologi telah runtuh. Seratus tahun kemudian, ilmu pengetahuan menemukan bahwa lapisan kulit bumi memberi bukti adanya 'evolusi' dan 'mutasi'. Karena banya bukti, teori evolusi perlahan diterima secara luas. Namun, jika asal-usul manusia dibicarakan, masih tetap diyakini bahwa Tuhan telah campur tangan secara istimewa dalam karyanya.
Ilmu pengetahuan dan agama mempelajari gejala-gejala yang sama dari sudut yang sangat berlainan. Biologi membatasi diri pada materi dan sifat-sifatnya, serta hanya berwenang membuat pernyataan tentang badan manusia. Sedangkan pernyataan tentang manusia sebagai fenomena spiritual diserahkan kepada filsafat dan teologi.
Teilhard de Chardin, pakar ilmu pengetahuan dan kristen sejati, hidup dalam ketegangan diantara dua kutub, ilmu pengetahuan dan konsep Alkitab. Menurut Alkitab, umur bumi diduga 9000 tahun. Di pihak lain, Charles Lyell, ahli geologi Inggris, memperhitungkan umur sedimen di bumi adalah 250 juta tahun. Bagi Teilhard, makna hidup intelektual dan hidup spiritual adalah memecahkan persoalan diantara keduanya.
Ketika Teilhard mengajar ilmu Fisika dan Kimia di Ismailia, Mesir, ia pertama kali menyadari bahwa seluruh dunia berada dalam asuatu 'proses menjadi' terus nmenerus, tidak terbendung, dari taraf 'kurang' ke taraf 'lebih' dan semakin sempurna. Setelah malakukan banyak riset, Teilhard menerbitkan karyanya Le Phenomene Humain yang memuat pandangan-pandangannya tentang evolusi dan penciptaan manusia, antara lain sebagai berikut: • Di masa lampau, sekarang, dan di masa mendatang, dunia semesta merupakan suatu massa yang terus menerus berkembang. Berasal dari susunan beberapa unsur yang mengubah diri sendiri berdasarkan hukum perkembangan menuju keadaan yang semakin kompleks. Materi dunia didorong oleh suatu kecendrungan - inheren - membawanya dari sederhana menjadi kompleks. Hal ini disebut 'hakekat batin benda kosmis'. Benda-benda kosmis memusatkan diri sendiri ke arah bentuk-bentuk materi yang mempunyai susunan dan semakin teratur. Sejak awal, segala sesuatu, termasuk manusia, telah ada dalam bentuk yang sederhana. • Kehidupan muncul dari megamolekuler, terjadi dari perkembangan sintetis sifat benda menuju ke taraf kompleksitas yang lebih tinggi. Kompleksitas luar yang lebih tinggi itu selalu disertai dengan suatu 'kesadaran', interioritas' yang lebih tinggi pula. • Kehidupan tidak berawal dari psychis tetapi evolusi pertamn-tama bersifat psychis. Seluruh evolusi, utamanya evolusi kehidupan merupakan hasil dari suatu percabangan raksasa spirit - hakekat batin. Poros yang menggerakkan evolusi betrsumber dari sesuatu yang spiritual, bukan dari suatu materi alami. ###.

Diterbitkan di: 30 Januari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.