Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Whole LANGUAGE ADALAH PANDANGAN POSITIF TENTANG SISWA

Whole LANGUAGE ADALAH PANDANGAN POSITIF TENTANG SISWA

oleh: dudirudiawan     Pengarang: - Hamalik; Oemar (2008); Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya Offset.
ª
 
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setiap siswa akan mengalami perkembangan, sejak masa bayi, periode kanak-kanak. Masa pubertas atau masa remaja yang kemudian berkembang menjadi manusia dewasa. Siswa senantias melakukan usaha penyesuaian diri terhadap lingkugannya, serta terhadap tingkat perkembangan yang lebih tinggi.
Para siswa sekolah menengah berada pada tingkat perkembangan yang disebut "Masa Remaja" atau pubertas masa ini merupakan periode transisi masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Mereka berada dalam masa ketika terjadi perubahan-perubahan fisiologis. Pada masa ini siswa umumnya mengalami berbagai kesulitan dan masalah dalam melakukan penyesuaian terhadap lingkungannya.
Oleh karena itu peranan guru sangatlah penting karena guru harus bisa mengarahkan, membimbing, memotivasi agar siswanya bisa menjadi manusia-manusia yang cerdas dan terpelajar.

B. LANDASAN
1. UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
2. UU RI No. tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2).
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.

C. TUJUAN
- Tujuan umum
Tujuan siswa dalam dunia pendidikan (sekolah) adalah agar mendapatkan ilmu pengetahuan, menjadi manusia yang cerdas, kreatif dan trampil.
- Tujuan khusus
Siswa mempunyai hak dan kewajiban disekolah, kewajiban siswa disekolah antara lain belajar dengan sebaik-baiknya, membayar iuran disekolah dan mengikuti kegiatan ekstra yang ada disekolah seperti pramuka, PMR, dan lain-lain.
Sedangkan hak yang harus diperoleh siswa dai sekolah antara lain:
1. Mendapatkan fasilitas yang ada disekolah baik dalam hal penyampaian guru dalam memberikan pelajaran atau fasilitas umum lainnya seperti perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain.
2. Mendapatkan keamanan, kenyamanan, baik dalam kelas atau diluar kelas (dilingkungan sekolah).
3. Dapat menyampaikan kritik dan saran
4. Mendapatkan kebebasan untuk ikut serta dalam kegiatan sekolah.

D. PENGERTIAN SISWA
Siswa adalah peserta didik yang ada disekolah untuk ditransfer ilmu oleh para pembina (guru).
Dalam meningkatkan kualitas siswa, para pembina kurikulum (guru) hendaknya melepaskan diri dalam tanggung jawab sebagai pendidik dan pembimbing sehingga partisipasi siswa tersebut tidak lepas dari bimbingan guru misalnya memberikan motivasi belajar, dorongan untuk mengeluarkan pendapat, berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, dan lain-lain.
Guru harus bisa menjadi orang tua kedua bagi siswa disekolah agar siswa bisa merasa aman dan nyaman berada disekolah.

E. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup siswa adalah:
1. Sekolah
Segala kebutuhan siswa berada dalam sekolah
2. Keluarga
Peranan keluarga (orang tua) sangat berperan penting bagi siswa (anak) karena biasanya motivasi orang tualah yang bisa membuat si anak berhasil.
3. Lingkungan
Lingkungan juga sangat besar pengaruhnya karena apabila lingkungannya buruk bisa saja siswa (anak) akan terpengaruh atau terbawa lingkungan ini. Maka disinilah peranan guru dan orang tua dirumah sangat penting untuk membimbing anak agar tidak salah pergaulan.

Diterbitkan di: 20 Nopember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.