Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Hutan Jati dan Kemakmuran

Hutan Jati dan Kemakmuran

oleh: doniinjak     Pengarang : Hasanu Simon
ª
 
hutan jati di jawa merupakan hutan di indonesia yang pertama kali dikelola berdasarkan azas kelestarian yang dirumuskan pertama kali pada pertengahan abad 19, yaitu suatu prinsip yang menjadi landasan pengelolaan hutan diseluruh dunia sampai sekarang. selama pemerintahan hindia belanda, hutan jadi memainkan peranan yang sangat penting dalam ekonomi nasional. setelah kemerdekaan, peranan tersebut masih tetap ada, khususnya dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat desa hutan serta produksi kayu bakar dan kayu pertukangan.
memasuki abad 20, meningkatnya kepadatan penduduk telah mengakibatkan tingkat keseimbangan rasio yang normal antara luas lahan garapan yang tersedia dengan jumlah keluarga tani menjadi terganggu. meski masalah-masalah yang berkaitan dengan peningkatan kebutuhan pangan dan lapangan kerja pada paroh pertama abad itu masih dapat di pecahkan dengan intensifikasi pertanian. pertambahan jumlah penduduk itu secara linier tentu saja akan menuntut lebih banyak fasilitas guna peningkatan taraf hidupnya. akibatnya timbul banyak masalah sosial ekonomi sehingga intensifikasi pertanian bukan lagi merupakan sat-satunya jalan yang dapat memecahkan masalah peningkatan jumlah pangan, papan, energi, dan kesempatan kerja.
dibidang kehutanan dampak peningkatan jumlah penduduk mulai terasa kuat sejak dasawarsa limapuluhan. peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan kayu bakar, kayu pertukangan maupun lapangan kerja baru. tuntutan ini juga mendorong intensifikasi di kehutana, yang dapat dilihat pada kegiatan pemungutan kayu maupun permudaan hutan.
oleh karena itu sistem pengelolaan hutan jati dengan terus meningkatnya jumlah penduduk di satu fikah dan berkurangnya sumberdaya hutan di lain fihak harus memperhitungkan selain aspek tekhnik juga, yang amat penting, aspek sosial masyarakat secara proposional.
Diterbitkan di: 19 Nopember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.