Sunzi berkata :" Setiap pengerahan pasukan untuk maju ke medan perang, harus mempersiapkan ribuan kereta perang, ribuan kereta
pengangkut perbekalan, mengorganisir puluhan ribu pasukan, juga harus mengirimkan perbekalan sejauh ribuan li, ditambah lagi dengan biaya biaya di garis belakang, biaya biaya pemeliharaan peralatan perang, setiap hari memerlukan dana yang luar biasa besarnya, dengan demikian barulah pasukan besar bisa diberangkatkan."
Dengan pasukan yang sedemikian besar, harus diupayakan agar kemenangan dicapai dalam waktu sesingkat singkatnya. Perang yang berkepanjangan sangat melelahkan dan menurunkan semangat tempur; menyerang benteng pertahanan musuh sangat mengikis kekuatan tempur, Perang yang lama menguras keuangan negara. Dengan demikian maka negara ke tiga mempunyai kesempatan untuk menyerang kita. Bila sudah mencapai tahap ini, orang yang lebih pandai-pun tidak lagi dapat menolong.
Ahli militer tidak pernah dua kali merekrut pasukan, tidak pernah berkali kali mengirim perbekalan. Peralatan perang disiapkan dari negeri sendiri, sedangkan bahan makanan dan kebutuhan sehari hari diambil dari daerah lawan di mana pasukan berada. Pengiriman perbekalan ke medan yang jauh memerlukan biaya yang sangat besar, maka pemimpin militer yang cakap selalu mengusahakan untuk memperoleh bahan bahan tersebut dari daerah setempat.
Motivasi bertempur anggota pasukan harus dirangsang, berilah imbalan bagi anggota pasukan yang berhasil merebut peralatan perang lawan. Manfaatkan kereta perang hasil rampasan untuk memperkuat pasukan kita. Perlakukan tawanan perang dengan baik dan manfaatkan untuk memperkuat barisan kita.
Dalam perang, kata kuncinya adalah " Secepatnya Merebut Kemenangan " . Pemimpin militer yang pandai adalah penjaga keselamatan negara dan penentu mati hidupnya rakyat.