Pada hari puasamu engkau masih tetap melakukan sesukamu, dan kamu memeras tenaga semua buruhmu. Puasamu berakhir dengan berbantah
dan berkelahi serta memukul satu sama lain dengan tinju jahat. Kamu tidak dapat berpuasa dengan caramu seperti sekarang ini dan berharap suaramu akan didengar di tempat tinggi. (Yesaya 58:3-4, NIV)
Kristen masa kini perlu melihat kembali mengapa disiplin rohani klasik ini diabaikan masa kini, seperti kita tak ingin disusahkan dengan segala pikiran tentang rasa lapar atau penyangkalan diri. Sepertinya ayat pada Matius 9:15, Jawab Yesus kepada mereka "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki brduka cita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa". Berlalu saja tanpa makna?
puasa pilihan Allah
1. Puasa Para Murid Tujuan: "Untuk membuka belenggu-belenggu kelaliman" (Yesaya 58:6)
Memerdekakan diri kita atau diri orang lain yang kita kasihi, dari ketagihan akan dosa.
Ayat kunci: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa " (Matius 17:21)
2. Puasa Ezra Tujuan: "Melepaskan beban-beban berat" (Yesaya 58:6)
Untuk memecahkan masalah-masalah, mengudang pertolongan Roh Kudus untuk mengangkat beban dan mengalahkan rintangan yang menghalangi kita atau diri orang lain yang kita kasihi.
Ayat knci: "Jadi berpuasalah kami dan memohon hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami" (Ezra 8:23)
3. Puasa Samuel Tujuan: "Untuk memerdekakan orang yang tertindas (secara fisik dan rohani)" (Yesaya 58:6)
Untuk kebangunan rohani dan memenangkan jiwa, untuk mengidentifikasi orang-orang di mana saja yang prlu dibawa keluar dari kerajaan kegelapan.
Ayat kunci: "Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana : ' Kami telah berdosa kepada TUHAN' " (1 Samuel 7:6)
4. Puasa Elia Tujuan: "Untuk mematahkan setiap kuk" (Yesaya 58:6)
Mengalahkan masalah mental dan emosional yang mengendalikan hidup kita dan mengembalikan kendali tersebut kepada Allah.
Ayat kunci: "Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun ... maka bangunlah ia, lalu makan dan minum dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya" (1 Raja-raja 19: 4,8).
5. Puasa Janda Tujuan: "Untuk membagikan roti
bagi oang yang lapar" dan untuk peduli terhadap orang miskin (Yesaya 58:7)
Untuk memenuhi kebutuhan pokok orang lain.
Ayat kunci: "Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia" (1 Raja-raja 17:16)
6. Puasa Rasul Paulus
Tujuan: Memungkinkan terang Allah "merekah seperti fajar" (Yesaya 58:8)
Membawa perspektif dan wawasan yang lebih jelas ketika membuat keputusan-keputusan yang sangat penting.
Ayat kunci: " Selama tiga hari ia tidak dapat melihat dan selama itu juga ia tidak makan dan minum" (Kisah Para Rasul 9:9)
7. Puasa Daniel
Tujuan: Jadi "kesehatanmu akan muncul dengan segera" (Yesaya 58:8)
Untuk memperoleh kehidupan yang lebih sehat atau untuk kesembuhan.
Ayat kunci: "Daniel berketetapan untuk tidak menyajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja" (Daniel 1:8)
8. Puasa Yohannis Pembabtis
Tujuan: Sehingga "kebenaran akan berjalan di depanmu" (Yesaya 58:8)
Sehingga kesaksian dan pengaruh kita tentang Yesus akan ditingkatkan di hadapan orang lain.
Ayat kunci: "Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atu minuman keras " (Lukas 1:15)
9. Puasa Ester
Tujuan "Kemuliaan TUHAN"
Akan melindungi kita dari yang jahat (Yesaya 58:8)
Ayat kunci: "Berpuasalah untuk aku ... kemudian aku akan masuk menghadap raja ... berkenanlah raja kepadanya" (Ester 4:16 ; 5:2)
Macam Puasa
1. Puasa normal: Melakukan kegiatan tanpa makan, hanya minum air/jus. Waktu satu hari atau beberapa hari sampai 40 hari.
2. Puasa mutlak: Melakukan kegiatan tanpa makan, tanpa minum. Lakukan dalam waktu pendek
3. Puasa parsial:(sebagian) Melakukan kegiatan dengan memantangkan makanan tertentu.
4. Puasa bergilir: Melakukan kegiatan dengan memantangkan kelompok makanan tertentu , waktu tertentu.
Bagi orang tertentu perlu nasihat dari dokter untuk dapat melakukan puasa.
Gimut Jakarta 28 Oktober 2009