Herlianto, telah mengkritik demikian banyak aspek kehidupan
karismatik dalam buku karyanya. Dan
Paul Yonggi Cho, dia seorang
pendeta yang memiliki pengaruh luas di dunia
karismatik dan karya pelayanannya pun tidak dapat dibilang kecil.
Fokus pada. Tanggapan atas metode kritik Ir. Herlianto, M. Th. terhadap Gerakan Karismatik. Sekaligus menjadi anak judul tertera pada sampul buku.
Di luar Katolik dan Baptis serta Bala Keselamatan, kekeristenan terbagi
1. Klompok Injili, Kelompok Kristen yang memmpercayai bahwa Yesus Kristus adalah Allah, yang menjelma menjadi manusia, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, dan bangkit pada hari ketiga, serta dipercaya sebagai satu-satunya jalan ke surga. Alkitab adalah Firman Allah yang tanpa kekeliruan. Aktif memberitan Injil kepada orang lain.
2. Kelompok Liberal, kebalikan dari kelompok Injili tetapi giat dalam menyatakan kasih Allah dalam wujud aksi-aksi sosial.
3. Klompok Pantekosta-Karismatik,
Dari sejarah dikatakan bahwa karunia supranatural di gereja masih berlangsung hingga prtengahan abad ke-3. Sejak itu mulai meredup, lenyap. Saat Konstantin menjadi kaisar Romawi, agama Kristen sebagai agama negara, namun kekeristenan merosot dari standar Alkitab.
Melalui Marthin Luther, Yohanes Calvin. Gerakan
The Quakers, Gerakan
Pietisme (kateristiknya, hidup dalam kemurnian dan kesederhanan, pragmatis, kuat dalam pekabaran Injil termasuk lintas budaya, kekudusan hidup, penafsiran Alkitab oleh orang awam, keimamatan yang rajani sebagai protes terhadap Protestanisme, suara hati nurani serta pertumbuhan rohani secara pribadi).Gerakan
Methodisme dan mengenalkan
Second Blessing. Dan di abad 19 muncul gerakan "Kebangunan Besar"
Dan diikuti fenomena mukjijat kesembuhan Ilahi secara supranatural, Disebut gerakan
Kesembuham Ilahi. Kelompok Injili dan Kelompok Liberal telah berusia dua abad, sedangkan Pantekosta berusia satu abad dan Karismatik belum lagi setengah abad.
Kehadiran Karismatik tahun 1960 dan dalam tempo 35 tahun mempunyai pengikut 400 juta di seluruh dunia dari berbagai denominasi gereja, termasuk Gereja Katolik. Sebagai gerakan baru terjadi juga akibat sampingan yang negatif. Muncul kritik. Ada kritik yang membawa berkat dan ada pula kritik menyebar rasa antipati. Merebak di manca negara dan di Indonesia dilakukan oleh Herlianto
Herlianto, tiba pada kesimpulan bahwa Karimasmatik sinkretis (bercampur) dengan perdukunan.
Pandangan theologis:
1. "Siap Dibenarkan"
Herlianto menulis:
Kita patut menyembah Tuhan sebagai konsekuensi hidup beragama karena memang Tuhan Mahabesar dan Mahatinggi, tetapi bukan dengan motivasi agar kita ikut mulia dan ditinggikan, melainkan dengan kesadaran bahwa kita adalah manusia berdosa yang siap untuk dibenarkan dan hidup dengan ketaatan akan kehendak Tuhan Allah.
Dinyatakan dalam konteks "menyembah dalam roh dan kebenaran"
Satu-satunya cara untuk dibenarkan adalah dengan bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan bukan dengan usaha atau ibadah manusia seperti memuji dan menyembah Dia . Memuji dan menyembah Dia bukanlah agar kita dibenarkan atau agar siap dibenarkan, melainkan karena kita sudah dibenarkan.
2. Gereja Tanpa Roh Kudus
Herlianto mendaftarkan: delapan ciri khas gereja yang hidup, tiada satu aspek pun yang berkaitan dengan peran Roh Kudus.
3. Kata-kata dan Status Anak Allah
Herlianto :
Seorang yang bisa mencaci maki dan menggerutu dengan mulutnya, atau mengeluarkan kata-kata hujat, bukanlah anak Allah sebab itu tidak sesuai dengan sifat anak Allah.
Padahal Alkitab berkata identitas/status anak Allah ditentukan oleh kelahiran kembali oleh Roh Kudus melalui iman kepada Yesus Kristus.
Kata-kata lain yang dicetuskan olehnya:
kaum elistis, anak-anak manja, salah kaprah, mengadaikan 10.000 anggota jemaat, bangunan sakral ala kuil, senjata untuk mengumpulkan uang, dan kalau kita mau konsekwen dengan kitab Maleakhi, mengapa kita tidak memberikan kurban.mengangkat imam dan kawin dengan orang Israel. Memaksakan ajaran persepuluhan dapat berart i... penebusan Kristus belum lengkap, alat untuk memeras saku dan dompet jemaat. 4. Hubungan Iman dan Mukjijat
Herlianto menulis:
Kita harus sadar bahwa tidak ada hubungan langsung antara iman dengan tanda mukjijat , dan kalau adapun itu besifat khusus, sedangkan dalam theologi Wimber, hubungan itu dijadikan hubungan kausal sebab dan akibat dan kemudian berlaku umum. 5. Roh Kudus
Herlianto menulis:
Roh Kudus Allah adalah Roh Keesaan yang mendiami semua gereja. Bagaimana Roh demikian bisa hanya berpihak pada satu gereja saja dan mengabaikan gereja gereja lain yang juga mengajukan permohonan kepada pemerintah Korea? Kalau benar-benar Roh kebenaran yang berbicara, tentunya Ia akan mengajukan agar di tempat itu dibangun gereja oikumenis yang bisa digunakan semua gereja sebagai kesaksian keesaan Kristen di mata rakyat Korea, dan bukanya untuk sebuah gereja sektaris.
Akar Kesalahpahaman:
1. Perbedaan penerimaan/keterbukaan terhadap pekerjaan Roh Kudus.
Herlianto maupun Karismatik sama-sama menyetujui bahwa Roh Kudus bersifat pribadi dan aktif bekerja di akhir jaman ini di gereja-Nya. kan tetapi, terdapat perbedaan dalam keterbukaan terhadap pekerjaan Roh Kudus, khususnya yang bersifat supranatural dan praktis.
2.Perbedaan pradigma.
Tingkat pengenalan akan supranaturalistik mempengaruhi tafsir hal suatu yang supranatural
3. Rhema
Karismatik mengakui rhema sebagai inisiatif Allah yaitu pekerjaan Roh Kudus dalam mengucapkan ulang Firman yang telah tertulis itu bagi perorangan tertentu dan dalam situasi tertentu.
Herlianto, rhema adalah kekuaan batin
4. Kehendak Allah yang umum dan khusus
Kehedak Allah yang umum berlaku untuk semua orang Kristen, umumnya tertulis dalam Alkitab.
Kehendak Allah khusus, diemban seseorang. Mungkin tidak tertulis dalam Alkitab seperti pelayanan dalam bidang komputer. Dan disinilah rhema itu muncul.
5. Dua pandangan tentang manusia.
Manusia terdiri dari dua unsur, tubuh dan jiwa (jiwa dan roh tak dapat dibedakan) alias dikotomi.
Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh (jiwa dan roh dapat dibedakan walaupun tidak dapat dipisahkan) alias trikotomi.
Karismatik trikotomi. non-Karismatik dikotomi
6. Peran Allah dan peran manusia, Peran terpisah dan saling mengait.
Herlianto cenderung mencapuradukkan kedua peran.
Gimut Jakarta 27 Oktober 2009