• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Potensi, PROSPEK DAN PERMASALAHAN BATUMULIA INDONESIA

.

Potensi, PROSPEK DAN PERMASALAHAN BATUMULIA INDONESIA

oleh : mangokim    

Pengarang : Sujatmiko
 
POTENSI, PROSPEK DAN PERMASALAHAN BATUMULIA INDONESIA
Oleh : Sujatmiko
I. PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Batumulia Indonesia
Dua artikel di koran Pikiran Rakyat berjudul Batupermata Indonesia, Asset yang Hilang Tanpa Inventarisasi (PR, 5 April 1991) dan Nasib Batupermata Garut, Emas di Negeri Orang, Batu di Negeri Sendiri (PR, 18 Mei 1991), alhamdulilah telah menggugah beberapa pihak di antaranya Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Padjadjaran untuk melaksanakan Seminar Nasional Batumulia di Bandung dengan tema Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Batumulia ( 14 April 1992 ). Sejak pelaksanaan seminar ini, bisnis batumulia di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat. Pengusaha nasional dan asing mulai menyewa dan membeli lahan untuk gudang – gudang penampungan bahan mentah seperti di Sukabumi, Tangerang, Bogor dan Jakarta. Eksplotasi dan ekspor bahan mentah menjadi tidak terkendali. Mempertimbangkan perkembangan yang tidak sehat tersebut, sebuah artikel diturunkan berjudul Fosil Kayu Jawa Barat, Warisan Emas yang Terancam Punah. ( PR, 5 April, 2000 ). Artikel tersebut yang diperkuat dengan beberapa pesan moral di kartu Lebaran atau kartu Natal seperti : Selamatkan Fosil Kayu Banten ( tahun 2002 ) dan Taman Nasional Fosil Kayu di Indonesia ….. Mungkinkah ??? ( tahun 2003 ) akhirnya mendapat tanggapan positif dari Menperindag Ibu Rini MS. Soewandi. Pada 11 Juni 2004, Menperindag menerbitkan Kepmen 385/MPP/KEP/6/2004 yang dengan tegas melarang ekspor bahan mentah atau bahan setengah jadi batumulia dan fosil kayu. Langkah Menperindag ini kemudian diikuti oleh Kementerian Ristek, Kementerian Budpar dan Dinas Pertambangan di beberapa Propinsi yang sasarannya antara lain adalah penyelamatan dan pemanfaatan secara optimal mineral batumulia. Menyusul keluarnya Kepmen No. 385/MPP/KEP/6/2004 tersebut, maka pada kesempatan lebaran 2004, dikirimlah pesan Lebaran dan Natal berbunyi: Ekspor Bahan Mentah Batumulia dan Fosil Kayu Telah Dilarang. Apakah ekspor bahan mentah telah benar-benar berhenti? ternyata implementasi Kepmen pelarangan ekspor tersebut tak semudah menerbitkannya. Ekspor bahan mentah batumulia dan fosil kayu masih terus berlangsung.
Diterbitkan di: Oktober 22, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.