• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Air Hujan dan kita

.

Air Hujan dan kita

oleh : annaDjohan    

Pengarang : Kelompok Raindrops
Seiring ubanisasi penduduk  diperkirakan pertengahan  abad ke 21 , akan ada  60 %  penduduk   terkonsentrasi di perkotaaan
, hal ini menimbulkan perubahan lingkungan yang luar biasa , sekarang saja  sudah terasa dimana  pada musim  panas kita menghadapi   kekurangan air , sedangkan di musim hujan  di mana mana kebanjiran .Karena selain faktor  pemanasan global  , juga di akibatkan  pola hidup kita yang boros dalam  memakai air .
Oleh karena itu pada tahun  1994 kelompok raindrops di Kota Sumida Jepang , mengadakan konferensi dengan dengan para  peneliti  dan ilmuwan  dari  berbagai  negara seperti  dari Botswana, Kenya  , Tanzania , China  , Indonesia , singapore , Sri Lanka, Thailand , Denmark , Perancis , Jerman , Belanda dan Amerika Serikat yang berusaha  lebih aktif  mengamankan bumi dengan potensi air hujan .yang ada .
Umat manusia sudah saatnya  harus instropeksi   untuk mulai mempelajari kembali pola kearifan lokal leluhur yang banyak memanfaatkan  "air  langit "  ,sehingga pemerintah akan lebih serius dan bersungguh sungguh menyelaraskan rencana pembangunan perkotaan dengan debit  curah air hujan  yang  berwawasan lingkungan  dan  pembangunan berkelanjutan di pemukiman .
Air hujan  adalah kemurahan Tuhan yang   luar biasa  yang tidak disadari . Coba saja kita  pikirkan , air hujan selain gratis ,  air hujan bisa turun dimana saja , dari  dataran rendah  sampai  ke  dataran tinggi  , di  tengah  lautan   bahkan juga  sampai  di padang gurun , Itulah kebesaran  Ilahi .
Air hujan secara berkala selalu  turun di sekitar kehidupan kita tanpa   kita  membayar ongkosnya ,sayang  saat ini  hanya tinggal   sebagian kecil masyarakat perkotaan  yang masih memanfaatkan air hujan , dengan alasan , bahwa air hujan kotor  tercemar oleh polusi kimia  udara, polusi dari  permukaan atap sehingga air hujan yang diterima kadang sudah tidak jernih  , bahkan mungkin beraroma  .
Kelihatannya masyarakat  secara umum  kurang  menghargai  air hujan  , dengan alasan belum siap di konsumsi .dan sebagainya ,   seharusnya  bisa saja kita olah air hujan   tersebut  lebih lanjut  , bagimanapun sebagi air baku  akan lebih murah di bandingkan kita hanya mengandalkan air ledeng  yang selain kita membayar biaya  pengolahan ,tentu kita juga harus membayar ongkos  delivery  dan tentunya  sepanjang perjalanan  menuju konsumen  yang menempuh jarak  ber kilometer juga ada resiko tercemar kembali .
Kelompok raindrops ini menyadarkan kita bahwa  kalau saja kita bisa menyelaraskan kehidupan dengan curah air hujan , maka tidak akan sering   terjadi  banjir ataupun  kekeringan yang melanda kehidupan kita . 
Buku ini diterbitkan pertama kali 1994 dalam bahasa Jepang , kemudian  diterjemahkan kedalam bahasa Inggeris tahun 1995 dengan judul : Rainwater & you , selanjutnya juga sudah diterjemahkan kedalam berbagai  bahasa seperti : Korea, China, Portugis, Vietnam , Persia , dan Bangladesh.
 Isi buku memberikan gambaran dan petunjuk  dari menggali kearifan lokal masa lalu yang memanfaatkan air hujan dan bagaimana  menhargainya .Tercatat  di masa lalu  Kota Sumida, Jepang  di berbagai sudut kota akan ada   selalu tersedia   ember ember   penampung air hujan  bersusun seperti piramida yang dinamakan "tangki Tensuison " yang  kalau di terjemahkan secara harfiah artinya ,  tangki  yang menghargai rahmat air dari langit  . Ini adalah cadangan air yang  siap dipergunakan untuk memadamkan api  atau menyiram tanaman , pada masa itu .
Dengan membaca buku ini membuka wawasan kita tentang cara berhemat air dan menghargai rahmat air langit  yang sebenarnya berlimpah tetapi terbuang sia sia , bahkan  kadang menyebabkan bencana  karena  ulah manusia yang tidak selaras alam .
.
Buku Panduan praktis pemanfaatan air hujan  ini  , selain memberikan informasi berbagai gagasan  dari berbagai negara  , seperti bagaimana  cara memanen  air hujan   dengan memanfaatkan material setempat  serta  contoh penggunaan stok  air hujan   dalam kehidupan keseharian siap di pakai  diantaranya  untuk menyiram tanaman  , menyiram kloset, mencuci mobil , mendinginkan ruangan bangunan  dan lain lain  
        Bab selanjutnya membahas  latar belakang pemanfaatan air langit ini , yang sangat inspiratif dan petunjuk dari buku ini mengajarkan kepada masyarakat , semangat untuk lebih  menghargai dan memanfaat kan air hujan ini , bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu mulai dari diri  kita sendiri , seperti , membuat bak air penampungan di rumah kita masing masing  , yang akhirnya akan turut memperlambat aliran air hujan ,sehingga akan  meringankan beban sungai sungai , maka hal itu bisa menghindarkan banjir besar.
Perlu dibangun dam mini atau embung  di komunitas pemukiman , sebagai reservoir juga sebagai usaha  memperlambat  dan memperkecil  laju aliran air agar tidak sekaligus  menuju sungai  , disamping itu air yang tertahan akan banyak yang meresap kembali ke perut bumi .
Menurutnya semua  usaha usaha  menampung air hujan  dalam  skala kecil  ini yang dilakukan masyarakat    akan jauh lebih murah dan ekonomis serta  tahan lama  umur pemakainannya  dibandingkan kalau  pemerintah  hanya membuat dam atau bendungan raksasa , selain mahal dari segi biaya , juga memerlukan anggaran  pemeliharaan yang besar dan rutin  .
    Bab ketiga buku ini lebih  menitik beratkan pada teknologi pemanfaatan air hujan , khususnya  bagaimana air langit yang masih mentah ini ditangani  secara bertahap  untuk memisahkan polutan  polutan ikutan yang terbawa air hujan baik dari udara maupun dari permukaan atap  bangunan  , dengan tingkatan kerja yang berbeda   , sampai  diolah lebih lanjut agar  layak   pakai memenuhi standard hygienis.
Polutan abad  modern sekarang biasanya adalah berupa  Sulfur dioksida   dan  nitrogen oksida yang dibuang dari mobil dan industri serta  jelaga  yang mengandung  yang mengandung  senyawa berbahaya  dan juga  logam logam berat .Oleh karena itu air hujan pertama  ini  adalah air yang tercemar berat , terutama sesudah  mengalami musim kering yang panjang.Air hujan pertama ini tidak direkomendasikan , sekalipun  untuk penggunaan non minum , air ini harus di  buang  tidak  boleh ditampung .
      Bab terakhir memberikan contoh contoh profil yang telah  teruji  seputar memanfaatkan  air hujan  dengan   mengadakan  kunjungan   langsung ke fasilitas bangunan bangunan dalam pemanfaatan air hujan tersebut ,.
       Buku yang inspiratif bagi pembaca  dan gampang di pahami , karena dilengkapi dengan  gambar ilustrasi yang sederhana ,akan memberikan edukasi  bagi  penghematan dan penghargaan air hujan  ( Tensuison )  serta  perbaikkan lingkunan yang harmonis . 
Diterbitkan di: Oktober 18, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.