• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Shalat Tasbih Sunnah Rasul Yang Dianggap Bid’ah

.

Shalat Tasbih Sunnah Rasul Yang Dianggap Bid’ah

oleh : AhmadSiswanto    

Pengarang : Ustadz Drs. H. Moh. Athoillah Wijayanto

Dalam kitab Sunan
Abi Dawud ada sebuah riwayat yang menyebutkan, dari Ibn

Abas, bahwa Rasulullah
SAW berkata kepada Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Kata beliau, “Wahai pamanku,
‘Abbas maukah engkau saya beri sesuatu? Maukah engkau saya anugerahi sesuatu?
Ada sepuluh hala, apabila engkau melakukannya, maka Allah akan mengampuni
dosa-dosamu. Dosa-dosa yang dulu maupun yang akan datang. Dosa-dosa yang lama
maupun yang baru. Dosa-dosa yang tidak sengaja dilakukan maupun yang sengaja
dilakukan. Dosa-dosa kecil maupun yang besar. Dosa-dosa yang dilakukan secara
sembunyi-sembunyi maupun dilakukan secara terang-terangan.


            Sepuluh hal, yaitu engkau lakukan
shalat sempat rakaat. Setiap rakaat engkau membaca surat Al-Fatihah dan sebuah
surat. Apabila engkau selesai membaca pada rakaat pertama dan engkau masih
berdiri, bacalah tasbih ‘Subhanallah walhamdu lillah wala ilaaha illaha Allah
wa Allah Akbar’ sebanyak lima belas kali. Kemudian engkau ruku’ dan bacalah
tasbih dati ketika engkau sedang ruku’ dan bacalah tasbih tadi sepuluh kali.
Kemudian angkatlah kepalamu dari ruku’ dan bacalah tasbih tadi sepuluh kali.
Selanjutnya engkau sujud, dan bacalah pada waktu sujud tasbih tadi sepuluh
kali. Kemudian engkau angkatlah kepalamu dari sujud dan bacalah tasbih tadi
sepuluh kali. Kemudian angkatlah kepala dan bacalah tasbih sepuluh kali. Maka
bacaan tasbih itu ada tujuh puluh lima dalam setiap rakaat. Kerjakan hal itu
dalam empat rakaat.


            Apabila engkau mampu, kerjakan
shalat itu sekali dalam sehari, Apabila engkau tidak mampu, kerjakan setiap
Jumat, apabila engkau tidak mampu maka kerjakan satu bulan sekali. Apabila
engkau tidak mampu maka kerjakan satu tahun sekali, dan apabila engkau masih
juga tidak mampu maka kerjakanlah sekali seumur hidupmu” (Al-adis)


           


            Di kalangan ulama Syafi’iyah
kebanyakan mereka menyatakan bahwa Shalat Tasbih adalah salah satu kesunahan
Nabi yang hendaknya setiap muslim tidak melalaikannya. Sebut saja nama Imam Abu
Yahya Zakaria bin Syaraf An-Nawawi, di dalam kitab Al-Adzkar beliau
menyebutkan: “Banyak dari para ulama serta imam-imam besar yang menganjurkan Shalat
Tasbih ini, di antaranya Abu Muhammad Al-Baghawi dan Abu Mahasin Ar-Ruyani.
Al-Imam Ar-Ruyani berkata dalam kitabnya Al-Bahr: ‘Ketahuilah bahwa Shalat
Tasbih dianjurkan untuk dilakukan setiap saat dan jangan dilalaikan.’ Demikian
pula yang dikatakan oleh Al-Imam abu Mubarak dan ulama lainnya (Al-Adzkar:169).


            Saat ini muncul satu dua ulama yang
baru menuntaskan belajarnya di Saudi Arabia, dan mereka mempropagandakan kepada
masyarakat bahwa Shalat Tasbih ini tidak berasal dari Rasulullah SAW dan
hadisnya palsu, maka pernyataan mereka ini semua adalah sebuah kebohongan.
Karena mayoritas Ulama Islam telah berpendapat tentang kebolehan melaksanakan
Shalat Tasbih ini sebab hadisnya kuat. Adapun perkataan Ibnu Taimiyah yang
mengatakan bahwa Shalat Tasbih adalah salah satu bid’ah yang harus dijauhi
adalah sangat keliru. Banyak dari kalangan ulama mutaqaddimin maupun mutaakhirin
yang membuktikan bahwa derajat hadis Shalat Tasbih adalah sahih.


            Memang, sosok Ibnu Taimiyah adalah
ulama besar Mazhab Hanbali yang terkenal dengan karya fenomenalnya Fatwa
Al-Kubra.
Tetapi sekalipun demikian, beliau adalah manusia biasa yang tidak
luput dari kesalahan yang kadang kala hal ini kurang diperhatikan oleh para
pengikutnya yang dianggap seperti wahyunnazili minassama’ (wahyu yang
turun dari langit). Ini merupakan sikap ta’asub (fanatisme buta)
terhadap beliau yang kita yakin beliau pun tidak sepakat dengan pendapat
semacam ini.


            Di dalam buku ini, penulis telah
berusaha untuk menunjukkan dalil atau hujjah tentang kesunahan Shalat Tasbih
dengan menampilkan hadis-hadis sebagai bukti otentik dan pendapat ulama
ahlussunnah yang kredibel serta mumpuni dalam ilmu mereka. Keistimewaan lain
dari buku ini adalah penulis juga berusah membahas para perawi hadis yang
meriwayatkan Shalat Tasbih dengan menukil pendapat para ulama ahli hadis yang
mereka juga telah membahasa masalah ini sebelumnya. Dengan gaya bahasa yang
lugas dan sederhana namun  tidak merubah
mutu pembahasan, menjadikan buku ini dapat dibaca oleh berbagai kalangan, baik
awam maupun santri.


            Dengan hadirnya buku ini,
diharapakan kita tidak lagi menonjolkan sikap ‘asabiyah yang hanya
menyebabkan perpecahan Islam, dan menuju kepada kebenaran yang hujjahnya sudah
jelas. Jika memang diri kita bukan bagian orang yang disebut taklid buta, maka
Insya Allah setelah membaca buku ini dan mempelajari dalil-dalilnya yang sangat
jelas akan menjadikan kita cinta dengan ibadah Shalat Tasbih ini. Wallahu’alam.


 


Diterbitkan di: September 29, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.