Bab ini membahas mengenai
penelitian dalam
bisnis. Penelitian atau riset bisnis kita kenal sebagai penelitian
sistematis yang menyediakan informasi untuk memberikan petunjuk bagi keputusan manajerial. Riset bisnis juga kita kenal sebagai sebuah proses merencanakan, memperoleh, meneliti, dan menyebarluaskan data terkait, informasi, dan wawasan pembuat kebijakan sebagai panduan dalam menentukan langkah-langkah yang tepat untuk memaksimalkan kinerja bisnis.
Kinerja bisnis dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menarik perhatian kita untuk melakukan riset seperti pesatnya pertumbuhan dan pengaruh internet, keinginan stakeholder untuk memiliki lebih banyak pengaruh, kompetisi yang semakin ketat, intervensi pemerintah, keputusan yang semakin kompleks, perspektif baru tentang metodologi riset, dll.
Riset bisnis memiliki hubungan erat dengan informasi diantaranya adalah decision support system dan business intelligence. Hal ini sangat penting dipahami terkait dengan misi, tujuan, strategi, dan taktik sebuah organisasi. Business intelligence terutama diperlukan untuk memberikan pada manajer informasi tentang peristiwa dan tren dalam bidang teknologi. politik dan hukum, demografi, sosial-budaya, dan wilayah-wilayah kompetitif. Selain itu, kita juga paham bahwa untuk mempertahankan pelanggan memerlukan lebih sedikit biaya dibandingkan untuk menarik satu pelanggan baru dengan demikian kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan customer assessment study memegang porsi penting dalam riset bisnis. Strategi juga perlu dikedepankan untuk mencapai tujuan. Riset bisnis memegang kontribusi penting pada desain dan pemilihan taktik yang mana akan menindaklanjuti sebuah strategi. Pada prinsipnya, riset bisnis memiliki tujuan untuk mengidentifikasikan permasalahan maupun kesempatan, merumuskan strategi dan taktik, maupun untuk lebih memahami bidang manajemen. Berdasarkan porsi riset dalam organisasinya ada sebuah piramida yang menggambarkannya. Pada posisi puncak yang berarti hanya sedikit saja organisasi yang menggunakan riset sebagai langkah dasar dalam setiap kebijakannya, pada posisi kedua para pembuat keputusan secara berkala berpedoman pada informasi dari riset, sementara pada dasar piramida, pada sebagian besar organisasi pembuatan keputusan lebih banyak didukung oleh insting dan intuisi dibandingkan sebuah riset bisnis.
Riset dalam industri bisa dijalankan oleh internal research supplier maupun external research supplier. External research supplier terdiri dari Research Firm, Communication Agencies, konsultan dan asosiasi dagang. Research firm sendiri terdiri dari full-service dan specialty-research firms. Perusahaan bisa memilih mana opsi yang paling menguntungkan.
Riset yang baik bisa digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan karena memenuhi standar dalam
metode ilmiah. Karakteristik yang ada pada riset yang baik diantaranya adalah tujuan terdefinisi dengan jelas, ada proses riset secara detil, desain riset terencana dengan baik, ada standar etik yang tinggi, adanya pembatasan yang jelas, analisis yang mencukupi untuk kebutuhan pembuat kebijakan, tidak ada ambigu dalam penemuan, dan terakhir kesimpulan yang jujur.