Perjalanan umat manusia selalu terkait dengan pangan. Untuk memperoleh pangan evolusi kebudayaan panjang turut terbentuk
sehingga memunculkan teknik dan budidaya yang disebut pertanian. Buku ini menjlentrehkan mengenai sejarah kebudayaan pangan dan perjalanannya hingga adanya persilangan budaya melalui pangan. Dengan gamblang penulis membeberkan perjalanan pangan mulai berabad lalu hingga masa depan. Pada abad ke-13 Marco Polo asal Eropa bertekad menjelajah dunia demi mencari tempat rahasia rempah-rempah. Pada waktu itu rempah-rempah diperdagangkan ke Eropa oleh bangsa Arab dan India. Mereka merahasiakan asal usul rempah-rempah itu. Hingga Marco Polo melakukan perjalanan ke Nusantara.
China dengan armada
Cheng Ho-nya sebalum abad ke-13 telah melakukan perjalanan mengelilingi dunia. Pada waktu itu armada Tiongkok ini telah mengenal teknik ketahanan pangan. Dalam perjalanan hingga berbulan-bulan mereka mampu menyediakan mengelola makanan dan menghindari kebusukan makanan dengan berbagai cara. Seperti membuat manisan untuk buah-buahan, dan asinan untuk sayuran. Selain itu mereka mampu mengahalau tikus dan kutu yang menyebabkan kerusakan makanan dengan semacam pertisida yang dibuat secara tradisional. Berbeda dengan bangsa Eropa yang hanya mengenail biskuit sebagai makanan tahan lama dan belum mampu mengelola kerusakan makanan akibat kutu dan tikus. Mereka hanya sanggup bertahan dengan makanan kurang dari dua minggu.
Penulis juga menjabarkan perjalanan makanan khas Medan, Bika Ambon. Kue Bika Ambon diyakini memang dibawa dari Ambon, namun bagaimana sejarahnya hingga kini masih banyak yang belum mengetahuinya. Selain itu berbagai asal usul cemilan dan perpaduan penyajian turut memperkaya kuliner nasional.
Informasi kuliner juga ditemukan dalam
Serat Centhini yang selama ini hanya dikenal dengan informasi seks. Namun ternyata dalam ensiklopedia Jawa ini ditemukan berbagai masakan Jawa dan bumbu-bumbunya serta cara mengolahnya.
Pangan juga menjadi komoditas politik sejak zaman sebelum Majapahit hingga kini. Pada masa Soeharto, padi menjadi tanaman wajib petani sehingga swasembada beras tercapai pad waktu itu. Ketahanan pangan dalam berbagai event juga sangat menentukan. Seperti pada event olimpiade dan pada masa perang. Ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting untuk menentukan kemenangan. Di masa depan berbagai makanan alternatif sangat dibutuhkan untuk memenuhi krisis pangan yang mungkin terjadi. Kuliner Jawa Tengah seperti masakan dari belalang kayu merupakan sumber protein tinggi. Kedepan pertanian masih akan menjadi sektor yang paling menentukan bagi kemakmuran bangsa.