Hampir semua orang termasuk para peneliti budaya dan sejarah mengira, bahwa yang mampu menaklukan laut di jagat ini adalah
laksamana Cheng Ho dan Colombus. Padahal itu keliru besar. Justru, yang mampu mengendalikan laut ini adalah orang kita, yaitu bangsa Indonesia atau dulu dikenal dengan para pelaut Nusantara. Benarkah?
Jika kita ingin tahu jawabannya ada dalam buku karangan Robert Dick-Read ini. Buku dengan tebal 380 halaman tersebut telah mengupas habis siapa yang sebenarnya menguasai laut ini?
Sesuai yang tertulis dalam buku tersebut, bahwa bukti-bukti mutakhir, para pelaut Nusantara telah menaklukkan samudra jauh sebelum bangsa Eropa, Arab, dan Cina memulai zaman penjelajahan bahari mereka. Sejak abad ke-5 M, para pelaut Nusantara telah mampu menyeberangi Samudra Hindia hingga mencapai Afrika.
Para petualang Nusantara ini bukan hanya singgah di Afrika. Mereka juga meninggalkan banyak jejak di kebudayaan di seluruh Afrika. Mereka memperkenalkan jenis-jenis tanaman baru, teknologi, musik, dan seni yang pengaruhnya masih bisa ditemukan dalam kebudayaan Afrika sekarang.
Apakah Anda penasaran dengan temuan tersebut. Jika ya, silakan Anda juga bisa melakukan riset guna meyakinkan, bahwa orang Indonesialah yang pertama menjelajahi laut yang sangat ganas tersebut Karena dalam buku tersebut telah mementahkan semua pendapat bahwa laksamana Cheng Ho dan Colombus lah yang pertama menaklukkan laut.
Lebih jelasnya di dalam buku tersebut rinciannya sebagai berikut: antara abad ke-5 dan ke-7, kapal-kapal Nusantara mendominasi pelayaran dagang di Asia.
• Pada abad-abad itu, perdagangan bangsa Cina banyak bergantung pada jasa para pelaut Nusantara.
• Sebagian teknologi kapal jung dipelajari bangsa Cina dari pelaut-pelaut Nusantara, bukan sebaliknya.
• Dari manakah asal emas berlimpah yang membuat Sumatra dijuluki Swarnadwipa (Pulau Emas)? Mungkinkah dari Zimbabwe?
• Mungkinkah tambang-tambang emas kuno di Zimbabwe dibangun oleh para perantau Nusantara?
Dan masih banyak lagi data sejarah yang dipaparkan buku ini yang pasti akan banyak mengubah pandangan Anda tentang kehebatan peradaban Nusantara pada masa kuno.
Begitulah kehebatan buku ini, dalam mengungkap tabir mesteri yang selama ini diyakini banyak orang termasuk peneliti.