• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Wacana Baru Filsafat Islam

.

Wacana Baru Filsafat Islam

oleh : khudori    

Pengarang : A Khudori Soleh

Terjemahan filsafat Yunani ke dalam Islam (Arab) diakui telah mendorong pemikiran dan filsafat Islam berkembang
sangat pesat. Akan tetapi, hal itu bukan berarti filsafat Islam adalah jiplakan Yunani. Sebab, pertama , belajar tidak identik dengan penjiplakan. Kenyataannya, filsafat Islam yang dikembangkan filosof muslim berbeda sama sekali dengan filsafat Yunani. Kedua , pemikiran rasional Islam telah lebih dahulu mapan sebelum kedatangan terjemahan filsafat Yunani. Teologi Muktazilah yang sangat rasional saat itu telah menjadi doktrin resmi negara.
Bagaimana proses terbentuknya nalar filsafat dalam Islam? Pertama-tama karena adanya kebutuhan untuk menyesuaikan antara teks dengan konteks yang terus berkembang. Kedua, secara teologis, adanya tuntutan untuk menyelaraskan pandangan-pandangan yang kontradiktif dan rumit, seperti antara kemahakuasaan dan kemahabaikan Tuhan dalam kaitannya dengan pengetahuan tentang perbuatan baik dan buruk manusia. Ketiga, karena adanya serangan orang-orang non muslim terhadap pandangan teologis masyarakat Islam seperti yang dilakukan pendeta Yahya al-Dimasyqi.
Proses-proses tersebut, secara epistemologis, kemudian mengkristal menjadi 3 model: bayani, irfani dan burhani. Bayani adalah sistem penalaran yang mendasarkan diri pada teks, secara langsung atau tidak. Langsung artinya memahami teks sebagai pengetahuan jadi dan aplikatif. Tidak langsung artinya, memahami teks sebagai pengetahuan mentah yang masih buruh penalaran dan tafsir. Untuk mendapatkan pengetahuan dari teks, bayani menempuh dua cara: (1) berpegang pada redaksi teks, (2) menggunakan metode analogi. Irfani adalah sistem penalaran yang mendasarkan diri pada kasyf , tersingkapnya rahasia realitas oleh cahaya pengetahuan dari Tuhan. Cara perolehannya lewat 3 tahap, (1) persiapan, (2) penerimaan, (3) pengungkapan, secara lesan maupun tulisan. Burhani adalah sistem penalaran yang didasarkan atas kekuatan rasio. Cara mendapatkan pengetahuan lewat prinsip-prinsip logika dan nalar.
Tiga model epistemologi ini sangat dominan dan berpengaruh dalam perkembangan keilmuan Islam. Bayani digunakan dalam ilmu-ilmu keagamaan, seperti tafsir, hadis, fiqh dan teologi; Irfani digunakan oleh kalangan ahli sufi; Burhani digunakan oleh kaum filosof.
Selain sejarah dan epistemologi, buku ini juga membahas masalah etika dan estetika. Etika dikaitkan dengan kajian tentang islamisasi ilmu yang marak saat ini. Yang dikaji adalah konsep islamisasi Naquib al-Attas dan  Raji Faruqi.  Intinya, konsep al-Attas bersifat filosofis yang mencakup aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Sementara itu, konsep Faruqi sangat praktis dan aplikatif. Ada 12 langkah yang diajarkan Faruqi dalam proses islamisasi.
Estetika membahas soal konsep keindahan, yaitu menurut Husein Nasr dan Iqbal. Keduanya sepakat bahwa seni dan keindahan dalam Islam bersifat fungsional. Ada tujuan-tujuan yang harus diemban, yaitu mengingatkan kepada Tuhan, harus karya orisinal dan memberikan semangat perubahan kepada masyarakat.
Diterbitkan di: Agustus 03, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.