Kereta 4.50 dari Paddington
Summary rating: 3 stars
2 Tinjauan
Kunjungan:
199
kata:
600
Diterbitkan di: Juli 23, 2007
Ia kembali memandang keluar jendela; sebuah kereta dari arah berlawanan datang berdecit-decit, menggetarkan jendela dan mengejutkannya. Kereta itu berderak melintasi sambungan rel lalu melewati sebuah stasiun.
Kemudian tiba-tiba kereta yang ditumpanginya mengurangi kecepatan, mungkin karena ada sinyal. Selama beberapa menit keretanya hanya beringsut-ingsut, lalu berhenti; tak lama kemudian berjalan lagi. Sebuah kereta dari depan datang berkelebat, tapi tidak mengejutkan lagi seperti saat pertama tadi. Kereta mulai dipacu lagi. Pada saat itu, sebuah kereta lain dengan jurusan yang sama menjejeri kereta Nyonya McGillicuddy. Bunyi gemuruh kedua kereta itu hampir-hampir membuat orang ngeri. Beberapa saat kedua kereta itu melaju sejajar, sekali-sekali bergantian saling mendahului. Lewat jendelanya, Nyonya McGillicuddy melihat ke jendela gerbong-gerbong kereta satunya. Sebagian besar tirai jendelanya diturunkan, tapi kadang-kadang ada juga penumpang yang tampak. Kereta itu tak begitu penuh. Banyak kompartemennya yang kosong.
Di saat seolah-olah kedua kereta itu tak bergerak, tirai jendela di kereta satunya mendadak ada yang tergulung ke atas dengan suara keras. Nyonya McGillicuddy memandang ke gerbong kelas satu yang terang, yang jauhnya hanya beberapa kaki saja.
Kemudian tiba-tiba napasnya tertahan dan ia terlonjak setengah berdiri. Dilihatnya seorang laki-laki berdiri membelakangi jendela. Kedua tangannya mencengkeram leher wanita di hadapannya. Tanpa rasa kasihan, wanita itu dicekiknya. Mata wanita itu melotot, wajahnya berubah menjadi ungu. Sementara Nyonya McGillicuddy memperhatikan dengan terpana, adegan itupun berakhir. Tubuh wanita itu lemas terkulai di tangan si laki-laki.
Saat itu kereta Nyonya McGillicuddy melambat lagi, sementara kereta satunya malah semakin melaju. Kereta itu pun lewat dan sekejap kemudian hilang dari pandangan.
Tak ada yan percaya ketika Nyonya McGillicuddy melapor baru saja melihat seorang wanita dicekik di dalam gerbong kereta kelas satu, di kereta api yang berjalan sejajar dengan kereta api yang ditumpanginya. Tak ada, kecuali sahabatnya, Jane Marple.
Tak adanya mayat yang diketemukan tidak menghalangi Miss Marple untuk memanfaatkan bakat khususnya untuk menyelidiki kejahatan yang luar biasa ini. Tapi bahkan ia pun tak sanggup menghalangi terjadinya pembunuhan berikutnya...
Judul Asli: 4.50 From Paddington.
Edisi bahasa Indonesia diterjemahkan oleh: Lily Wibisono.
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (Anggota IKAPI).
Jl. Palmerah Selatan 24-26, Lt. 6.
Jakarta 10270.
ISBN 979-403-155-0