FREAKSKUUL – SINOPSYS by Arief Dermawan
FREAKSTUDIO
Aerial adalah seorang anak belasan tahun
yang melalui sebagian besar hidupnya di sebuah rumah mewah dengan berbagai fasilitas penunjang. Bahkan pendidikannya pun ia peroleh melalui sistem homeschooling. Saat usianya 14 tahun, Ia dikirim oleh orang tuanya ke sebuah sekolah khusus yang jauh dari kediamannya. Sekolah itu sangat aneh namun hal itu tidak begitu dipusingkan oleh Aerial karena selama ini ia telah dididik fokus dan egois.
Di sekolah, setiap siswa dibagi ke dalam cluster dan dilarang bertemu muka secara langsung di luar waktu gathering yang telah ditentukan sekolah. Bahkan dalam sesi pelajaran, mereka dipisahkan oleh sekat-sekat kaca yang kedap suara. Para pengajar yang eksentrik juga seolah terlindungi oleh sekat kaca. Materi pelajaran yang diberikan sebenarnya tidak jauh berbeda dari pelajaran pada umumnya, hanya tiga tingkat lebih sulit dan lebih dogmatis. Selain itu, ada beberapa area sekolah yang dilarang untuk dirambah, termasuk The Prism, kubah atap sekolah yang berbentuk prisma.
Minggu pertama, para siswa masih tidak saling kenal dan seolah mereka juga tidak mempedulikan hal itu. Masing-masing hanya bisa menilai yang lain secara sepintas lalu. Aerial juga hanya bisa memperhatikan siswa lain tanpa bisa berinteraksi dengan mereka, lagipula dia sendiri juga tidak memerlukannya. Dalam cluster Aerial terdapat beberapa siswa yang selalu ia perhatikan dan juga memperhatikannya: The Helmet, siswa pendiam yang selalu mengenakan sebuah helm di mana pun ia berada; Flower, si cantik yang selalu memberinya senyum tipis di balik wajahnya yang pucat; dan The Bull, siswa kurus berambut sebahu yang bibirnya selalu menyeringai. Para guru juga terlihat dingin dan 'terlalu fokus'; Mrs. North-Z pengampu ilmu alam bermulut tajam, Mr. Snobber pengampu Sejarah yang sangat detil, Prof. Sleepwalker si ahli kimia yang sanggup memasung siswa dengan teror psikologinya, Mr. Shutter, kepala sekolah berdarah dingin, dan masih banyak lagi. Sekolah tampaknya sengaja memutus rantai komunikasi antar siswa dan membiarkan mereka terperangkap dalam alam fikirannya masing-masing.
Lambat laun jati diri para siswa mulai terungkap. Dimulai dari kerusuhan yang disebabkan oleh The Bull dan beberapa siswa yang berhasil ia taklukkan menjadi kaki-tangannya, konflik kemudian terbangun dan otoritas sekolah yang selama ini berusaha mengendalikan siswanya mulai kewalahan. Siswa-siswa yang dikirim ke sekolah itu ternyata bukan anak-anak sembarangan. Mereka adalah bagian dari sebuah rencana besar dan diisolasi dalam sebuah pusat cuci otak yang berkedok sebagai sekolah. The Bull ternyata memiliki kekuatan dahsyat sebagai manipulator sel tubuh manusia dan binatang. Dengan kemampuannya itu, ia mampu menjadikan siswa biasa dan binatang tak berdaya setara dengan monster berkekuatan dahsyat. The Bull sangat ingin menguasai The Helmet karena kepala di balik helm itu memiliki sebuah kekuatan dahsyat telekinetis dan telepati yang bisa ia manfaatkan untuk memanipulasi sel kaki-tangannya dari jarak jauh. Flower yang lemah lembut juga sangat istimewa karena ia memiliki bakat asal sebagai seorang ahli matematika, ahli ilmu kemungkinan. Ia sanggup mengkalkulasi segala kemungkinan hingga mendekati 100% akurat. Dari kemampuannya inilah ia selalu berhasil lolos dari bahaya dan juga menjadi satu-satunya siswa yang mengetahui jati diri Aerial sebagai manipulator elektron dan sinyal. Flower lah yang juga membongkar tindakan Miss Dreamhopper, si pionir cuci otak yang menggali informasi awal dari siswa melalui interogasi mimpi pada saat mereka tertidur pulas. Dari resepons bawah sadar itu lah, sekolah kemudian menentukan tindakan khusus terhadap setiap siswa mereka. Gadis 'lemah' tersebut bahkan berhasil memeberikan titik awal jati diri orang tua para siswa yang ternyata hanya sebagai orang tua rekayasa!
Pemberontakan sporadis di sekolah itu akhirnya memaksa otoritas di atas sekolah itu mengeluarkan kekuatan mereka yang sesungguhnya. Sekolah selanjutnya terlihat tanpa kamuflase optik dan muncul apa adanya sebagai sebuah laboratorium cuci otak di tengah samudra. Rencana besar pun terancam gagal oleh serangkaian aksi dahsyat yang dilancarkan para siswa. Akhirnya kekuatan teknologi harus berhadapan dengan kekuatan alami manusia yang selama ini terpasung dalam setiap diri para siswa.