Miyamoto Usagi,seorang samurai yang hidup di akhir abad ke 16, di Jepang. Masa dimana perang saudara antar penguasa tanah (Lord) mendekati akhir. Usagi mengabdikan dirinya pada Lord Mifune. Dalam sebuah pertempuran yang dahsyat Usagi harus kehilangan majikannya yang tewas terbunuh. Otomatis Usagi menjadi seorang Ronin, samurai tanpa majikan. Daripada mengabdi pada majikan lain ia memilih menjadi samurai pengelana untuk memerangi ketidakadilan yang ia temui dalam pengembaraannya, dan juga ia percaya seorang samurai hanya boleh memiliki atau mengabdi hanya kepada satu majikan seumur hidupnya
Siapa sebenarnya Miyamoto Usagi atau yang dikenal dengan nama Usagi Yojimbo? Ia adalah seekor kelinci !
Cerita ini disajikan dalam bentuk Novel Grafis.
Stan Sakai, pemenang Eisner Award, adalah komikus kelahiran Jepang yang kini berkarya dan bermukim di Amerika Serikat. Dalam menciptakan karakter Miyamoto Usagi ia mengaku terinspirasi oleh samurai legendaris Miyamoto Musashi. Hanya saja karakter yang ia ciptakan ini bukanlah manusia melainkan seekor kelinci yang berperilaku seperti manusia. Hal ini dikenal dengan istilah 'Anthropomorphic', yaitu memberikan sifat manusia kepada satu objek yang bukan manusia. Contoh yang paling populer adalah tokoh donal bebek, kura-kura ninja, sponge bob,dll yang berperilaku layaknya manusia, berjalan dengan dua kaki, dapat berbicara, berpikir dan melakukan aktifitas yang dilakukan manusia. Demikian pula dengan seri Usagi, semua tokoh-tokohnya merupakan hewan yang berperilaku seperti manusia.
Shades of Death (Bayang-bayang Kematian) merupakan salah satu komik hitam putih seri Usagi yang pertama kali diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Gramedia. Sejatinya Shades of Death merupakan buku kedelapan dari ke duapuluh satu seri Usagi Yojimbo. Namun buku ini diberi titel oleh Gramedia sebagai buku #1. Tampaknya Gramedia menerjemahkan seri Usagi berdasarkan penerbitan dari Darkhorse yang mulai menerbitkan seri Usagi dari buku kedelapan sejak Stan Sakai bergabung dengan Darkhorse mulai September tahun 1997. Sedangkan buku pertama hingga ketujuh diterbitkan oleh Fantagraphics Books.
Banyak kalangan memuji serial Usagi Yojimbo ini. Walau dikemas dalam bentuk komik yang semua tokohnya binatang, dan menceritakan sepak terjang seorang ronin kelinci yang sarat dengan adegan pertempuran, namun komik ini mengungkap pula soal, budaya, mitos, folkor, sejarah, dan kehidupan masyarakat jepang di abad ke 16. Bahkan beberapa kisah seri Usagi diadaptasi dari kejadian sesungguhnya yang dicatat dalam buku-buku sejarah Jepang.
Menikmati kepiawaian Stan Sakai dalam mengadaptasi legenda samurai tak cukup hanya di buku ini saja. Di seri-seri selanjutnya masih banyak hal-hal menarik dari petualangan si ronin kelinci usagi yang tentunya memberikan banyak manfaat dalam memperluas cakrawala berpikir kita khususnya dalam semangat dan filosofi bushindo, dan sejarah Jepang dimasa lalu.
Resensi lain tentang Usagi Yojimbo #1 : Shades of Death (Bayang-Bayang Kematian)