“Aku akan jadi penjahat!”, itulah tekad
Hayate
di malam natal tahun 2004,
anak malang
yang dibuang
orang tuanya,
dan bahkan dihibahkan pada Yakuza demi membayar
utang sebesar 156.804.000 yen. Utang
itu berasal dari utang judi kedua orang
tuanya. Karena
tidak rela organ tubuhnya dipreteli untuk dijual di pasar gelap
oleh Yakuza, Hayate langsung kabur dari apartemen yang sudah bukan menjadi
rumahnya lagi. Kecewa dan mau mati saja rasanya, Hayate merasa dunia ini sudah
tidak punya tempat untuk orang baik dan jujur. Karena itu Hayate memutuskan
untuk menjadi orang jahat saja. Pikirannya yang sudah kacau bahkan
menginterpretasikan pesan moral dongeng A Dog of Flanders sebagai “Jadilah
setan kalau tidak ingin mati konyol”. Sebagai langkah awal menjadi penjahat, dia
memutuskan menculik seorang anak
perempuan yang baru saja ditemuinya. Tapi,
dasar sial atau mungkin terlalu dungu, Hayate malah meyebutkan nama aslinya
saat ketika menelpon rumah anak perempuan tersebut. Di tengah kebingungannya,
Hayate memutuskan untuk tidur saja di jalan supaya mati membeku. Sayangnya,
niatnya pun gagal, dia ditolong oleh seorang gadis yang tidak sengaja
melindasnya. Ternyata gadis itu mencari anak perempuan tadi. Berpegang teguh
pada niatnya untuk menjadi orang jahat, Hayate awalnya pura-pura tidak tahu. Tapi
hatinya pun luluh karena menerima syal dari gadis itu. Di saat yang sama ada 2
orang lain yang mengincar anak perempuan tersebut dan berhasil menculiknya. Tanpa
pikir panjang, Hayate meminjam sepeda gadis itu dan mengejar para penculik
tadi, dan akhirnya berhasil menggagalkan penculikan tersebut. Setelah yakin
kalau Nagi, anak perempuan itu baik-baik saja, dia langsung pingsan. Setelah
sadar, Hayate terbangun di sebuah kamar mewah yang ternyata milik dari anak
perempuan bernama Nagi tadi. Akhirnya Nagi menawarkan pekerjaan sebagai butler
(kepala pelayan) untuk Hayate. Karena
Hayate tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan lagi, kontan dia langsung
menyetujuinya. Akhirnya dimulailah kehidupan Hayate sebagai butler di rumah
Nagi yang penuh keanehan. Hayate baru sadar, melayani Nagi Sanzenin merupakan
pekerjaan paling merepotkan, tidak hanya menghadapi si nona besar tapi juga
robot pembunuh, cewek-cewek aneh bin ajaib, hantu, dan makhluk aneh lainnya.
Resensi lain tentang HAYATE THE COMBAT BUTLER