Halaman Utama Shvoong > Buku > Komik > Harlem Beat

.

Harlem Beat

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Yuriko Nishiyama
Review by : Wiku_Pulangasih
Kunjungan: 84
kata: 600
Diterbitkan di: Januari 27, 2008
Harlem Beat


Seindah apakah kehidupan masa SMA?
Ingatkah anda saat berjuang bersama teman-teman pada masa-masa SMA?
Inilah unsur utama yang ingin ditampilkan oleh Yuriko Nishiyama dalam
Harlem Beat, disampaikan melalui sebuah klub basket di SMU Johnan,
Tokyo. Dibalut dengan nuansa basket yang kental, Harlem Beat tidak
menjadi komik roman yang terlalu “kecewek-cewekan” yang biasanya
terfokus pada masalah seputar percintaan; atau menjadi komik olahraga
yang terlalu “kecowok-cowokan” yang hanya mengekspos pertarungan
di dalam lapangan dan cenderung melupakan unsur-unsur kemanusiaan
suatu tokoh.


Buku ini bercerita tentang kehidupan
Toru Naruse, remaja kelas 1 SMU Johnan yang tergila-gila pada basket
setelah berhasil mencetak skor dalam pertandingan Street Basket
melawan Three Men, tim terkuat di Shibuya. Naruse yang memiliki
kemampuan air walk—Gaya khas Michael Jordan, dimana ia dapat
“melayang” dan melakukan slam dunk- kemudian membentuk tim
street basket bernama Scratch bersama dua sahabatnya, Mizuki
(seorang gadis cantik, teman Naruse sejak SD), Kosuke (Pemimpin geng
yang kasar dan jago berkelahi) dan Sawamura (Cowok cakep yang hidup
di jalanan dari kerja serabutan, taruhan, dll). Setelah puas
berkompetisi dalam street basket, Naruse pun terjun ke dunia basket
formal bersama tim basket SMU Johnan. Di sana ia mendapat kesempatan
untuk bermain bersama senior-seniornya seperti : Sakurai (Kakak kelas
ideal, salah satu tokoh sentral dan menyimpan rahasia terbesar dalam
cerita), Umakure (Kapten tim yang berbadan besar), Kobayashi (Orang
yang dingin dan agak kolot), Gan dan Saito, serta Kiriko (manajer tim
yang suka menjahili anggota tim basket). Cerita bertambah seru
ketika Sawamura diciduk dari jalanan dan “dipaksa” bersekolah di
SMU Johnan. Berbagai pertandingan harus mereka lalui hingga berhasil
mencapai kejuaraan nasional.



Permasalahan yang timbul dalam buku ini
tak hanya berkisar seputar basket. Sangat seru menyimak bagaimana
kecintaan Naruse yang sangat lugu terhadap basket, atau perseteruan
yang tak pernah padam antara Sawamura dan Kobayashi. Asyik pula
membaca tentang ulah Kiriko yang menjual foto-foto Sawamura ke
cewek-cewek untuk menambah kas klub; serta perjuangan Sawamura untuk
mencari uang lewat berbagai cara. Percintaan dalam komik ini
digambarkan dengan cukup kompleks (mengingat terbatasnya tokoh
wanita) namun tidak bertele-tele dan sangat relevan dengan garis
besar cerita.


Didukung dengan ilustrasi yang sangat
luwes dan indah dari Nishiyama Sensei, serial Harlem Beat yang
berjumlah 29 buku ini sangat layak untuk dikoleksi, terutama bagi
anda yang ingin mengenang perjuangan, percintaan, serta indahnya
kehidupan di masa SMA.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.