Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Matan alfiyah

oleh: SofyanAnchon     Pengarang : ibnu malik
ª
 
Untuk Antum Terjemah ke Bahasa Indonesian Kitab Matan Nahwu-Sharaf Nadzom Alfiah Ibnu Malik. Mohon teguran dan koreksinya untuk penulisan terjemah Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Akhiran, semoga terjemahan الفية ابن مالك ( Alfiyyah Ibni Malik ) ini bermanfa’at di Dunia dan Akhirat. Amin.
Mempermudah bagi kita untuk belajar nahwu shorof atau untuk memperdalam pengetahuan kita tentang kitab alfiyah ibnu malik.
Kitab Alfiyah Ibnu Malik, cukup terkenal dan sangat disegani oleh kalangan santri senior. Berisi kaidah-kaidah lanjutan dan tinggi dalam fan ilmu nahwu dan sharaf. Hafalannya tidak kurang dari 1000 bet.

Sharaf atau dibaca Shorof adalah salah satu nama cabang Ilmu dalam pelajaran Bahasa Arab yang khusus membahas tentang perubahan bentuk kata (Bahasa Arab: kalimat). Perubahan bentuk kata ini dalam prakteknya disebut Tashrif. Oleh karena itu dinamakan Ilmu Sharaf (perubahan; berubah), karena Ilmu ini khusus mengenai pembahasan Tashrif (pengubahan; mengubah).

Kailani, 1

اِعْلَمْ، اَََنَّ التَّصْرِيْفَ فِي اللُّغَةِ: التَّغْيِيْرُ، وَفِي الصَّنَاعَةِ: تَحْوِيْلُ اْلأَصْلِ الْوَاحِدِ إِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لاَ تَحْصُلُ اِلاَّ بِهَا.

Ketahuilah, bahwasanya yg dinamakan Tashrif menurut Bahasa adalah: pengubahan. Sedangakan menurut Istilah adalah: pengkonversian asal (bentuk) yang satu kepada contoh-contoh (bentuk) yang berbeda-beda, untuk (tujuan menghasilkan) makna-makna yang dimaksud, (yg mana) tidak akan berhasil tujuan makna tersebut kecuali dengan contoh-contoh bentuk yang berbeda-beda itu.

Keterangan:

Asal bentuk kalimat adalah Masdar, ini menurut pendapat Ulama Bashrah. Pendapat ini lebih banyak mendapat dukungan. Sedangkan menurut Ulama Kufah, asal bentuk kalimat adalah Fi’il Madhi.

Asal bentuk adalah Masdar, dikonversikan ke sampel-sampel yang lain misalnya: Fi’il Madhi, Fi’il Mudhari’, Fi’il Amar, Fi’il Nahi, Isim Fa’il, Isim Maf’ul, Isim Zaman, Isim Makan, Isim Alat, Isim Murrah, Isim Hai’ah, Isim Nau’, Isim Tafdhil, Shighat Mubalaghah dan lain-lain. Perubahan ke sampel-sampel tersebut, tujuannya untuk menghasilkan makna yang diinginkan, tanpa mengubah ke sampel-sampel tersebut maka kita tidak akan berhasil mencapai kepada makna yang kita inginkan.

Contoh:

Asal kalimat adalah Masdar: ضَرْبٌ dibaca: Dharbun, bermakna: Pukulan.

Dirubah ke sampel Fi’il Madhi menjadi: ضَرَب dibaca: Dharaba, bermakna: Telah memukul.

Dirubah ke sampel Fi’il Mudhari’ menjadi: يَضْرِبُ dibaca: Yadhribu bermakna: Akan memukul.

Dirubah ke sampel Fi’il Amar menjadi: اِضْرِبْ dibaca: Idhrib bermakna: Pukullah! Dan sebagainya.

Contoh tersebut di atas dikatakan Tashrif, yaitu pengubahan asal bentuk yang satu kepada sampel-sampel bentuk yang lain untuk menghasilkan makna yang dimaksud. Sekian pembahasan Tashrif menurut Bahasa dan Istilah.

Diterbitkan di: 03 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ingin sekali memperdalam nahwu shorof,,, ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    ya bagus kalo begitu mari kita mencoba memperdalamnya..... 03 Mei 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.