Pertanyaan saya adalah, "Sebenarnya, pernahkah kita menjadi -sepenuhnya- dewasa?" Kalau dewasa berarti melupakan sebuah rasa
"kanak-kanak", meninggalkan
imajinasi, dan hari-hari 'kedewasaan' selalu dipenuhi dengan hitungan demi hitungan... Jawaban yang dapat saya berikan adalah, "Saya memilih untuk tidak menjadi dewasa."
The
Little Prince, buku cerita anak-anak yang dipersembahkan untuk orang dewasa. Kenapa? Karena menurut pengarangnya -salah satunya adalah- dia mempersembahkan buku ini kepada anak yang kemudian menjadi dewasa, semua orang dewasa mulanya adalah anak-anak.
The Little Prince, fabel bijak yang menceritakan tentang kisah menakjubkan tentang Pangeran Kecil yang meninggalkan keamanan planet mungilnya untuk berkelana di jagat raya, mempelajari tingkah laku aneh orang-orang dewasa melalui pertemuan-pertemuan yang luar biasa, dan pengembaraannya telah membawanya ke bumi.
Banyak pesan bijak yang dapat diambil dari fabel ini. Antara lain tentang persahabatan, imajinasi, emosi & empati. Semoga buku ini dapat memberi sebuah alternatif baru tentang cara pandang kita terhadap dunia.