Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Anak & Remaja>Mendidik Anak Dengan Ciunta

Mendidik Anak Dengan Ciunta

oleh: Atalaric     Pengarang : Irawati Istadi
ª
 
Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka telah mendidik anaknya dengan penuh cinta, perhatian dan kasih sayang. Tapi ternyata menyatakan cinta, perhatian dan kasih sayang tak semudah yang diperkirakan. Karena ternyata masih banyak yang mengumbar sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman atas nama cinta. Salah memilih cara mengungkapkan cinta bisa membuat anak salah menangkap makna. Cinta tak tersampaikan, pendidikan pun terbelangkai.

Bayangkan gambaran imajinasi berikut. Di sekitar Anda, terdapat banyak sekali raksasa. Tubuhnya 2-3 kali lebih tinggi dan besar dari Anda. Kemana mata memandang yang terlihat hanyalah pinggang dan tangan mereka. Untuk bisa melihat wajahnya, Anda harus berjinjit atau mendongakkan kepala. Beratnya? Kekuatannya? jangan ditanya lagi.
Raksasa itu memasak buat Anda. Dari mulutnya senantiasa terdengar serentetan perintah “ayo diam!”, “makan!”, “Tidur!”, “ayo cepat!”. Raksasa-raksasa itu mengawasi apa saja yang Anda perbuat, menentukan apa yang bisa Anda lakukan dan apa yg tidak boleh. Mau memberontak? Tak mungkin berani karena mereka berubah menjadi menakutkan sekali jika marah. Matanya melotot, suaranya menggelegar, dan tangannya yang kuat bisa dengan mudah menampar pipi Anda, mencubit atau memukul pantat.

Perasaan Anda terhadap raksasa tersebut kira-kira sama dengan perasaan anak-anak terhadap Anda. Bila orang tua memilih cara termudah dalam mendidik anak melalui sederet perintah, nasihat, omelan bahkan hukuman yang sesuai dengan pemikiran rasional orang dewasa, hal itu hanya akan menghancurkan harga diri anak. Sebagai manusia kecil yang lemah wajar jika kemudian muncul kekecewaan, kejengkelan dan kemarahan terhadap para raksasa yang serba kuat dan bisa berbuat semaunya sendiri. Sama seperti ketika Anda memendam amarah an kebencian tatkala raksasa-raksasa di sekeliling Anda terus menerus marah, melarang ini dan itu, membentak dan memukul Anda sebagai respon dari keingin tahuan atau ketidak tahuan Anda akan sesuatu

Tidak semua orang tua bisa memahami perasaan dan pola pikir anaknya, ketakutannya terhadap raksasa-raksasa yang ada di sekelilingnya. Pun tidak semua ayah ibu bisa memahami perbedaan karakter dasar anak dengan orang dewasa. Bahwa pikiran anak itu sempit, egois dan kerap tak masuk akal tak terbayangkan oleh mereka. Sehingga ketika anak mengeluarkan pendapat yang menurut mereka aneh, konyol an keliru langsung dianggap seperti berbuat kekeliruan yang disengaja.

Beruntunglah para orang tua yang segera menyadari kekeliruannya dan rela bersusah payah menggali pengetahuan tentang pendidikan anak. Yang salah satunya lewat karya yang fenomenal ini yang sudah dicetak ulang berulang kali. Buku ini dipersembahkan dalam rangka memberi dukungan dan bantuan kepada orang tua yang memeiliki kepedulian tinggi untuk menampilkan getar-getar cintanya kepada anak dengan cara yang seefektif mungkin.

Untuk mereka yang mendambakan buah hatinya tumbuh menjadi pribadi unggul. Untuk mereka yang tidak sekedar menjadi raksasa penguasa, tetapi mampu menghadirkan dirinya sebagai pelindung, pengayom dan tumpuan harapan buah hatinya.

Diterbitkan di: 27 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.