Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Anak & Remaja>Pengembala Domba dan Serigala

Pengembala Domba dan Serigala

oleh: SriMurni     Pengarang : nn
ª
 

Pada zaman dahulu kala ada seorang anak gembala yang sangat malas. Dia tinggal di sebuah desa di kaki bukit. Pada suatu pagi yang cerah, si anak gembala membawa domba-dombanya untuk merumput. Domba-domba yang semuanya mempunyai bulu putih yang tebal dan indah sangat senang dibawa ke padang rumput itu.

Sambil mengawasi domba-dombanya, si anak gembala duduk bersandar di bawah sebuah pohon. Tiba-tiba dia merasa bosan dan kesepian. Lalu timbullah keinginannya untuk mengerjai penduduk desa. Dia berteriak-teriak “Ada serigala! Ada serigala! Tolong! Tolooooong…. !”

Semua penduduk desa mendengar teriakan si anak gembala tadi dan langsung panik berlarian membawa senjata seadanya. Sesampainya di padang rumput mereka melihat si anak gembala tertawa cekikikan sambil memegangi perutnya. Mereka tidak menemukan satu ekor serigala pun di tempat itu.

Di hari berikutnya si bocah penggembala itu mencoba mengulangi perbuatannya kembali. Dia berteriak-teriak meminta tolong. “Tolong! Toloooong! Ada serigala. Mereka akan memakan domba-domba saya!” penduduk desa pun mulai panik dan berlarian dengan membawa senjata seadanya. Dan lagi-lagi mereka tertipu. Ternyata mereka telah dipermainkan lagi seperti kemarin. Dengan wajah dongkol penduduk desa pun berlalu dari tempat itu.

Suatu hari ketika anak gembala sedang menggembalakan domba-dombanya di kaki bukit, datanglah kawanan serigala yang lapar. Mereka hendak memangsa domba-dombanya. Si anak gembala ketakutan dan berteriak-teriak minta tolong. Akan tetapi teriakan tersebut tidak dihiraukan lagi oleh penduduk desa. Mereka tidak mau tertipu lagi untuk yang ketiga kalinya. Tinggallah anak gembala itu menangis meratapi domba-dombanya yang habis dimakan oleh serigala.

Diterbitkan di: 20 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.