Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Anak & Remaja>101 Tip Membantu Anak Sukses

101 Tip Membantu Anak Sukses

oleh: vistawacana     Pengarang : Nakita
ª
 
Kita tentu sepakat,setiap orangtua pastilah menginginkan anak-anaknya kelak menjadi orang yang sukses. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan"sukses" itu? Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, "sukses" diartikan sebagai "berhasil dan beruntung". Sayangnya, tidak dijelaskan lebih jauh apa berhasil itu atau beruntung? Apa kriterianya dan sebagainya. Tetapi yang pasti, setiap orang meimliki ukuran yang berbeda-beda mengenai sukses itu. Ada yang mengukurnya berdasarkan materi, ada juga yang mengukurnya dengan jumlah prestasi dalam berbagai ajang kompetisi dan sebagainya. Tak ada yang salah, semua sah-sah saja. Namun, masing-masing mewakili cara pandang dan pandangan dunia yang dianut dan ingin diterapkan dalam praktek hidupnya.

Bagaimana menerapkan kriteria sukses pada anak? Pada usia anak-anak yang masih tumbuh dan berkembang, bermacam kriteria seperti materi dan prestasi jelas tidak tepat dan tidak baik. Sebenarnya, anak sudah dapat disebut sukses apabila ia dapat meraih hasil yang dicapai berdasarkan potensinya. Tak berarti anak harus menjadi juara diantara teman-temannya. Sekalipun ia hanya menduduki peringkat akhir di kelas, jika dalam prosesnya anak ini menunjukkan kegigihan, maka keberhasilannya naik kelas harus disebut "sukses", prestasi dan pencapaian. Intinya, kesuksesan tiap anak berbeda-beda, sesuai dengan potensinya masing-masing. Orang tua perlu mengembangkan potensi/kemampuan anak secara optimal, agar ia dapat memperoleh hasil yang maksimal pula.

Ada berbagai cara dan tips untuk membantu ancapai sukses. Syarat pertama yang harus ada pada semua kriteria sukses adalah sehat dan bahagia. Inilah kunci awalnya. Dengan sehat, semua mungkin dilakukan, dan akan lebih baik hasilnya. Demikian juga bahagia. Jika seorang anak bahagia, tentu banyak hal yang dapat dia capai. Dengan sehat dan bahagia akan mengantarkan anak-anak menjalani dan melewati masa pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik, sukses pada masanya, dan sukses pada masa berikutnya.

Untuk mendampingi dan membantu anak menuju sukses tentu saja diperlukan cara praktis seperti tips, strategi dan arahan positif tentang hal-hal yang perlu diperhatikan, penting dilakukan dan penting juga untuk ditidak dilakukan. Pertama, PERHATIKAN POLAH ASUH. Ada 8 hal yang perlu dilakukan, yaitu menciptakan suasana demokratis di rumah, menghindari pola asuh otoriter, dan menjauhi sikap over protektif, serta jangan sampai antara ayah-ibu berbeda pola asuhnya. Masih dalam memperhatikan pola asuh, jalinan komunikasi juga mutlak dibangun. Selain itu, bermainlah dengan anak dan berikan kasih sayang yang cukup serta hindari pemanjaan. Satu hal yang dilarang dalam konteks pola asuh ini adalah, "jangan pernah membanding-bandingkan Anak", baik diantara saudaranya apalagi dengan anak-anak orang lain. Jika terpaksa melakukannya, ambillah sisi yang positif. Tiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan.Tugas orang tualah untuk meminimalisasi kekurangan, menutupinya dengan potensi lainnya dan memaksimalkan kelebihan anak.

Kedua, AJARKAN PERILAKU YANG BAIK. Untuk mengajarkan perilaku yang baik, setidaknya biasakanlah bersikap sopan-santun. Tanamkan nilai-nilai kejujuran. Tumbuhkan sifat dapat dipercaya . Ajarkan tolong menolong. Ajarkan saling menghormati. Tanamkan sikap adil. Ajarkan berbagi. Tak lupa pula, latih anak mengakui kesalahannya jika ia memang bersalah. Ajarkan meminta maaf dan memaafkan. Dan, tumbuhkan rasa tanggung jawab.

Ketiga, DISIPLINKAN ANAK. Untuk yang satu ini, kenalkan dan terapkan aturan sejak dini. Tetapi, bersikaplah konsisten dan konsekuen dengan aturan tersebut. Jangan ragu, berikan penghargaan atas pengertian dan ketaatan anak Tetapi, hindari memberikan iming-iming. Beri saja pengertian pada anak. Jika terpaksa menghukum, berilah sanksi yang mendidik, dan berilah pengertian mengapa ia dikenakan sanksi. Satu hal yang tidak boleh anda lakukan untuk mendisiplinkan anak adalah "memberi label yang negatif". Jangan pernah anda labeli anak sebagai nakal!,malas! dan sejenisnya. Boleh saja anak dimarahi, tapi besarkanlah hatinya segera.

Keempat, KEMBANGKAN POTENSI ANAK. Beberapa tips yang perlu dan sebaiknya dilakukan orang tua adalah biasakanlah memberiarkan anak bebas bereksplorasi, jangan takut kotor, atau khawatir yang berlebihan. Tumbuhkan semangat belajar, tumbuhkan kemandirian anak, dan tingkatkan kepercayaan diri. Itu proses untuk mempersiapkan anak dari dalam dirinya. Dari orang tua, orang tua juga perlu mengamati dan mengenali bakat anak ejak dini. Perlu mengembangkan kemampuan bergaul, membantu anak mengenali dirinya sendiri, menumbuhkan jiwa wirausaha. Semua itu perlu dilakukan, tapi jangan sampai "overstimulasi".

Terakhir adalah MENJAGA KESEHATAN. Ini sangat terkait dengan dasar dan kunci kesuksesan seperti disebutkan di atas. Maka, beri anak makanan bergizi seimbang, tidak perlu mahal dan mewah. Sederhana sudah cukup asal seimbang dan teratur, dan tepat waktu. Ajari anak memilih jajanan sehat, jangan biasakan anak jajan sembarang tempat, kenalkan tempat jajan yang aman dan sehat. Untuk menajaga kesehatan, lakukanlah kontrol kesehatan. Perhartikan juga kualitas tidur anak, jangan biarkan anak terus bermain tanpa istirahat. Selain itu, lakukan olahraga teratur dan terukur serta perhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Ada satu perkara penting sekalai yang mesti ditanamkan,diajarkan pada anak yang masih dalam usia pertumbuhan dan perkembangan ini adalah "tidak Mudah Stress". Ajari anak untuk tidak mudah stress, agar tahan banting. Untuk ini,kenalkan apa yang disebut "proses", tahapan dan langkah yang urut dan segala sesuatu. Jangan ajarkan dan jangan pernah biasakan segala sesuatu dengan "instan". Ini tidak baik untuk kesehatan fisik maupun mental.

Diterbitkan di: 28 Mei, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.