Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Anak & Remaja>Para Malaikatpun Menangis

Para Malaikatpun Menangis

oleh: Phlegmaticvenus     Pengarang : Moch Syaiful Bahri
ª
 
"Ada Surga di Tapak Kaki Ibu" Kado terindah untuk para Ibunda tercinta.Buku yang ditulis Mokh.Syaiful Bahri.Bagian salah satu cerita Nabi dalam buku ini dipilih sendiri dari seorang anak.

“PARA MALAIKAT PUN MENANGIS”


Suatu hari ketika nabi isa a.s.berkata kepada ibunya,”Dunia ini hanya sementara,sedangkan akhirat itu kekal. Untuk itu,marilah kita berangkat ke sebuah bukit di Lebanon untuk beribadah kepada allah dengan puasa di siang hari dan sholat di malam hari.perbekalan sudah tersedia untuk mu merupakan daun-daun untuk makanan dan air hujan minumannya.”

Al-kisah, mereka berangkat dan menetap cukup lama di bukit itu. Pada suatu hari Nabi Isa as.pergi menuruni jurang untuk mengambil dedaunan guna dijadikan makanan pada saat berbuka puasa.pada saat itu,malaikat maut datang menemui ibunya. Setelah mengucapakan salam, sang Malaikat pun berkata ,”Hai Maryam yang tekun berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari!”
“sebenarnya kamu ini siapa?”Tanya maryam,”sekujur tubuh ku bergetar mendengar suara mu dan pikiran ku meracau karna wibawamu” lanjut ibu nabi Isa ini.

“Aku ini yang tidak punya kasihan terhadap anak ,karena kecilnya,tidak hormat pada yang besar karena dewasanya.akulah yang bertugas mencabut nyawa,”jawab malaikata maut.

“Maukah kamu memberi waktu sebentar saja? aku sedang menanti kedatangan kekasih dan buah hatiku ,permata dan penawar kegelisahan hatiku?”pinta Maryam.
“Semuanya bukan aku yang menentukan .aku hanya seorang hamba allah yang diberi tugas.demi Allah,aku tidak kuasa mencabut nyawa seekor nyamuk pun tanpa seizin tuhanku.aku tidak akan menunda sedetik pun untuk mencabut nyawamu di tempat ini,”kata malaikat maut menegaskan.

“Malaikat maut ,kamu telah dipercaya mengemban tugas.sekarang laksanakan lah tugasmu. itu”,sahut Maryam.malaikat maut pun mencabut nyawa Maryam.nabi Isa as. dating terlambat ke tempat ibunya hingga masuk akhir waktu isya.ia datang menaiki bukit dan membawa dedaunan dan kubis di tanganya.beliau tidak mengetahui bahwa ibunya tlah meninggal.ketika melewati mihrab ibunya dan memandang ibunya yang tegak di mihrabnya , beliau mengira bahwa ibunya fardunya. Setelah itu,beliau meletakan apa yang di bawanya dan kemudian tegak beribadah hingga tengah malam.

Seusai beribadah, beliau memandangi ibunya dan memanggilnya dengan suara yang penuh kasih dari dalam lubuk hati yang khusyuk.”salam sejahtera mudah-mudahan tetaplah untuk bunda. Waktu kini telah malam sekarang tibalah saatnya berbuka bagi yang berpuasa serta tiba pula saatnya untuk beribadah.kenapa ibu berdiam diri tanpa melakukan semua itu?”begitu cara isa menyapa ibunya.setelah sekian lama menunggu dan tidak ada reaksi dari sang ibu,nabi Isa as pun kembali.”memang tidur itu nikmat,”kata nabi Isa as.

Beberapa kali Nabi Isa as, memanggil ibunya dengan suara yang lembut.”Salam sejahtera tetaplah terhatur untuk bunda” .Bunda waktu malam telah lewat kini waktu menghampiri kita untuk melaksanakan ibadah sholat kepada Allah SWT.

Melihat kejadian itu para Malaikat dan Jin menangis, Bukit disekitarnya menggema.
Allah SWT Maha Melihat, Allah menguji para malaikat dan bertanya “kenapa kalian menangis?” Tanya Allah

Ya Allah,Engkau Maha Mengetahui” jawab malaikat.

Kemudian allah berfirman “Sungguh aku Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang.”
Suara menyapa Isa as. “Isa angkatlah kepalamu, Ibumu telah wafat dan Allah SWT memberimu pahala yang besar”.
Isa as terisak “Siapakah yang akan menyertaiku pada saat sunyi dan sendirian? Allah akan menjadi penghiburmu.

Sesuatu yang sangat berharga dari cerita ini adalah Walaupun letak surga ditelapak kaki ibu, betapa kasih sayang antara anak dan bunda sama besar.Tetap akan sama besarnya, dimanapun berada,hati dan sentuhan kelembutan seorang bunda dan sebaliknya sapaan anak adalah cinta yang tak pernah putus dalam kehidupan hingga kekal di tempat keabadian.

Bagian buku ini dipilih sendiri seorang anak, untuk menuliskan kembali disini. Kalimat yang keluar dari suara seorang anak tidak akan pernah sama pengertiannya bagi orang dewasa, pelajaran dari kisah ini dan pilihan seorang anak untuk menuliskannya kembali adalah suatu yang berharga bagi saya.”Terkadang Sesuatu yang berharga kita temukan justru pada saat kita mengajarkan satu hal kepada seorang anak" .



Diterbitkan di: 21 Mei, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.