Luar biasa…itulah reaksi pertama saya begitu membaca buku In the Name of Honor. Kisah nyata yang sangat dramatic dan menjadi sebuah kisah yang heroic hingga menimbulkan kisah historical yang mengubah dunia
kaum wanita di Pakistan.
MUKHTAR
MAI merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh versi majalah TIME tahun 2006. Terlahir
dengan nama Mukhtaran Bibi, seorang perempuan petani miskin Pakistan
dari kasta Gujar yang tinggal di desa Meerwala.
Pada tanggal 22 Juni 2002, dewan adat desa Meerwala yang mayoritas terdiri dari kaum Mastoi, kaum mayoritas yang terdiri dari para tuan tanah menjatuhi hukuman kepada Mukhtar Mai dengan cara dipegangi oleh empat orang laki-laki, ditelanjangi dan kemudian diperkosa beramai-ramai. Lalu, ia diperintahkan pulang dengan kondisi setengah telanjang di hadapan 300-an penduduk desa.
Mukhtar Mai harus mendapat hukuman untuk membayar ‘kejahatan’ yang dituduhkan kepada adik laki-lakinya, Abdul Syakur (12 thn) yang dituduh tanpa bukti dan tidak masuk akal telah memperkosa seorang gadis berusia 27 thn dari kasta yang lebih tinggi.
Demi membebaskan sang adik dari tuduhan tersebut, Mukhtar Mai meminta maaf di depan dewan adat, yang ternyata meminta balasan dengan menjatuhi hukuman pemerkosaan tersebut terhadap Mukhtar Mai. Menjelang pelaksanaan hukuman, Mukhtar Mai hanya membaca al-Quran, satu-satunya bacaan yang dihapalnya.
Pendidikan yang sangat rendah yang ditradisikan kepada para wanita, ajaran turun-temurun yang mengharuskan wanita tunduk di bawah kekuasaan laki-laki, tanpa boleh mengenal dunia luar, selain melalui ‘jendela’ para laki-laki membuat hampir 90% wanita di desa Meerwala buta huruf dan dijadikan obyek pembalasan bagi perseteruan antar laki-laki. Hal tersebut membuat begitu banyak penindasan dan pelecehan yang dialami oleh kaum wanita di Pakistan.
Kecaman keras terhadap dewan adat dan negara Pakistan pada umumnya juga simpati yang berdatangan digunakan oleh Mukhtar Mai untuk menaikkan derajat kaum wanita di desanya dengan mendirikan sekolah bagi para wanita, agar mereka tidak lagi buta huruf dan mampu untuk menjaga, mempertahankan kehormatannya.
Kekeraskepalaan, kekuatan dan keteguhan hati seorang Mukhtar Mai telah mengubah sejarah dan membuka cakrawala bagi kehormatan kaum wanita di Pakistan, sehingga kaum wanita di Pakistan dapat berjuang untuk membela dan mempertahankan hak-hak asasi mereka sebagai manusia.
Kisah nyata yang sangat dramatis, sebuah biography yang luar biasa, mencengangkan dan memberi inspirasi bagi kita. IN THE NAME OF HONOR, MUKHTAR MAI telah menjadi Internasional Best Seller.
Resensi lain tentang IN THE NAME OF HONOR, MUKHTAR MAI