Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Biografi>Cerita Seorang Mantan Penguasa Tanah Abang

Cerita Seorang Mantan Penguasa Tanah Abang

oleh: Andita_lanz    
ª
 
Konon punya cerita, ada seorang pejuang di Prov. Timor Timur yang katanya adalah seseorang yang pro terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Pejuang ini membantu TNI mengusir pemberontak saat terjadinya ketegangan di Timor Timur. Oleh karena bantuan dan loyalitasnya yang begitu besar terhadap TNI dan pro terhadap NKRI, maka dia pun diberi mandat kepercayaan untuk memegang logistik oleh KOPASUS ketika menggelar operasi di Timor Timur.

Kemudian pejuang ini datang ke Jakarta pada tahun 1987 dengan mengikuti program pemberdayaan pemuda yang digelar Yayasan Tiara. Ia belajar elektronika perbengkelan di Cijantung. Tak betah bekerja di bengkel, ia kabur ke Tanah Abang.

Dahulu daerah Tanah Abang yang terkenal sebagai daerah "Lembah Hitam". Hampir saban hari terjadi pembacokan dan penusukan, keributan, bahkan perang antar warga. Di tempat seperti inilah ia berusaha untuk menguasainya, seperti yang diungkapkannya sebagai daerah tidak bertuan. "Waktu itu saya masih tidur di kolong-kolong jembatan.Tidur ngak bisa tenang.Pedang selalu menempel di badan.Mandi juga selalu bawa pedang.Sebab setiap saat musuh bisa menyerang," ungkapnya.

Hercules Rosario de Marshal begitulah nama panjangnya. Sampai pada hari ini pun nama Hercules paling ditakuti sebagai bekas "preman" berbahaya di Tanah Abang. Melihat perawakannya, rasanya tidak percaya bahwa Hercules adalah orang paling ditakuti, setidaknya di kawasan Tanah Abang Jakarta. Tubuhnya tidak begitu tinggi dan badannya kurus, hanya tangan kiri yang berfungsi dengan baik sedangkan tangan kanannya hanya sebatas siku menggunakan tangan palsu. Sementara bola mata kanannya sudah digantikan dengan bola mata buatan.

Akan tetapi setiap nama Hercules disebut, yang terbayang adalah kengerian. Banyak sudah cerita tentang sepak terjang Hercules dan kelompoknya. Sebut saja kasus penyerbuan Harian Indopos, gara-gara Hercules merasa dirugikan oleh pemberitaan surat kabar tersebut yang mengaitkan dirinya dengan premanisme. Juga tentang pendudukan tanah di beberapa kawasan Jakarta yang menyebabkan terjadi bentrokan antar preman.

Meski tubuhnya kecil, nyali pemuda kelahiran Timor Timur kini Timor Leste ini diakui sangat besar. Dalam tawuran antar kelompok Hercules sering memimpin langsung. Pernah suatu kali dia dijebak dan dibacok 16 bacokan hingga harus masuk ICU, tapi ternyata tak kunjung tewas. Bahkan suatu ketika, dalam sebuah perkelahian, sebuah peluru menembus matanya hingga ke bagian belakang kepala tapi tak juga membuat nyawa pemuda berambut keriting ini tamat. Ada isu bahwa dia memiliki ilmu kanuragan yang diperolehnya dari seorang pendekar di Badui Dalam Banten.

Namun pada tahun 1997 penguasaan Hercules di pusat perdagangan garmen ini berakhir, yang ditandai oleh pertikaian yang berakibatkan dua anak buahnya tewas. Ia ribut melawan kelompok pimpinan Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, yang di dukung warga sekitar.

Ternyata, di balik sosok yang menyeramkan ini, ada sisi lain yang belum banyak diketahui orang. Dalam banyak peristiwa kebakaran, ternyata Hercules turut membantu para korban dengan menyumbangkan berton-ton beras, termasuk buku-buku tulis dan pelajaran. Malahan dalam beberapa peristiwa tsunami, Hercules memberi sumbangan beras dan pakaian. Tidak hanya itu dia juga memberi bantuan bahan bangunan dan semen untuk pembangunan mesjid-mesjid. Tetapi ada sisi lain yang menarik dari Hercules, dia sangat perduli dengan pendidikan, "Saya memang tidak tamat SMA. Tapi saya menyadari pendidikan itu penting," ujar ayah tiga anak ini.

Maka jangan kaget kalau anaknya di sekolahkan di sekolah mahal. Bahkan Lembaga Pendidikan Kesekretarisan Saint Mary tempat anaknya sekolah sering mendapatkan bantuan darinya. Usut punya usut, beliau ini memang memiliki sejumlah kekayaan, seperti sawah seluas 30 hektare. Ia juga mendirikan sekolah, mengelola usaha perikanan, dan berbisnis perkapalan yang memperkerjakan sekitar 300 orang.

Bapak Hercules pun sekarang ini dikenal sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Baru. Organisasi yang didirikan pada September lalu tahun lalu itu banyak membantu korban kebakaran di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Hercules kini berbeda dengan Hercules lalu, mempunyai istri yang manis bernama Nia Dania dari Indramayu dan memiliki 6 orang anak.
Diterbitkan di: 16 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    alamat preman hercules dan perusahaan sekuritasnya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    nama istri hercules preman tanah abang ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Istrinya manis khan, kalo gak salah orang Indramayu, namanya Nia Dania, kalo gak salah loh..heheh:D, makasih ya 06 Maret 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.