Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Biografi>Biografi Pangeran SAMBERNYOWO (K. G. P. A. A. MANGKUNEGORO I)

Biografi Pangeran SAMBERNYOWO (K. G. P. A. A. MANGKUNEGORO I)

oleh: encik     Pengarang : Departemen Sosial RI
ª
 
Nama lengkapnya Raden Mas Said atau R.M.Ng Suryokusumo, sering juga disebut P.Sambernyowo dan sebagai Kepala Pemerintahan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro.

Pada waktu di Kerajaan Mataram terjadi perlawanan rakyat terhadap Belanda tahun 1740, R.M Said telah berumur 14 tahun. Dalam usia itu ia telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa orang temannya dan secara bersama-sama mereka ikut bertempur dalam barisan rakyat.

Ketika Belanda berhasil kembali menguasai keadaan, beliau bersama adik dan teman-temannya meninggalkan Kartosuro untuk menyusun kekuatan di luar Keraton.

Ia mempersiapkan diri bersama pengikutnya di Nglaroh dengan latihan perang. Setelah persiapan dirasa cukup, ia menggabungkan diri dengan Sunan Kuning melakukan perlawanan terhadap Belanda. Lebih kurang satu tahun lamanya ia berjuang besama Sunan Kuning. Saat Sunan Kuning memindahkan pusat perjuangan ke arah Timur (Pasuruan), ia tetap tinggal di daerah Jawa Tengah dan memusatkan perhatiannya di Mojokerto Wonosemang. Para pengikutnya mengangkatnya sebagai Pangeran Adipati Mangkunegoro.

Untuk menumpas perlawanan R.M Said, Belanda mengirimkan pasukan dengan kekuatan yang cukup besar. Sebagian besar pasukan yang dikirim di bawah pimpinan Pangeran Mangkubumi. Pasukan R.M Said terdesak, namun ia berhasil meloloskan diri dan membangun kekuatan baru di tempat lain.

Tahun 1746 Pangeran Mangkubumi menggabungkan diri dengan R.M Said untuk melawan Belanda. Selama 9 tahun mereka berjuang bersama-sama. Dalam perjuangan itu, R.M Said diambil menantu oleh Pangeran Mangkubumi.

Untuk mematahkan perlawanan pasukan R.M Said dan Pangeran Mangkubumi, Belanda menjalankan politik "devide et impera". Belanda berhasil membujuk Pangeran Mangkubumi menghentikan perlawanan. Tanggal 13 Februari 1755 di Desa Gianti diadakan perjanjian damai antara Belanda, Sunan Pakubuwono III dan Mangkubumi. Dalam perjanjian itu Mataram dibagi dua yaitu Kerajaan Surakarta dan Kerajaan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwono I.

Sementara itu, R.M Said yang tidak senang dengan kekuasaan Belanda tetap melanjutkan perjuangan. Dengan perasaan berat ia terpaksa mengerahkan pasukan Surokarto dan Yogyakarta yang didukung oleh pasukan Belanda. Sekalipun menghadapi tiga lawan sekaligus, kekuatan pasukannya tidak mudah dipatahkan.

Sekalipun berhasil di medan perang, R.M.Saidi menyadari bahwa perang yang berlarut-larut dan berlangsung cukup lama menimbulkan kesengsaraan rakyat. Karena itulah ketika ia menerima surat dari Pakubuwono III yang memintanya untuk turut serta membangun kerajaan Surakarta yang telah rusak akibat perang, R.M Said bersedia menghentikan perlawanan. Tanggal 24 Februari 1757 diadakan perjanjian di Salatiga antara R.M Said di satu pihak dengan Sunan Pakubuwono III dan Sultan Hamengkubuwono I (diwakilit oleh Patih Danurejo).

Dengan perjanjian Salatiga,berakhirlah perlawanan R.M Said yang telah berlangsung selama 16 tahun terus menerus. Perjanjian itu melahirkan pula sebuah wilayah baru dalam bekas Kerajaan Mataram, yakni wilayah Mangkunegoro pada 28 Desember 1757. R.M Said diangkat menjadi kepala pemerintahan dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro I. Selama menjalankan pemerintahan ia membangun pasar-pasar, memajukan irigasi, membangun tempat-tempat peribadahan, serta mengembangkan kebudayaan antara lain dengan penulisan babad.

Semangat juang dan rasa kestia kawanannya sangat menonjol tercermin dalam semboyan perjuangan "Tijitibeh" atau "Mati Siji Mati Kabeh Mukti Siji Mukti Kabeh", yaitu "Mati saatu mati semua, mulia satu mulia semua". Ia mengembangkan prinsip Tri Dharma Yang mencakup :

1. Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki).
2. Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan).
3. Mulai Sariro Hangsoro wani (mawas diri dan berani bertanggungjawab).

Tanggal 28 Desember 1795 R.M Said meninggal dunia, dan Pemerintah pun memberinya gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Bagaimana gelar Pangeran Sambernyowo itu diperoleh R.M Said? Taktik gerilya dari R.M Said cukup memusingkan Belanda. Ia sempat menghancurkan satu detasemen pasukan Belanda,bahkan Komandannya Kapten Van der Pol tewas dalam pertempuran ini. Kejadian ini sangat memalukan Belanda, bahkan tanggal 28 Oktober 1756 R.M Said berhasil memporak porandakan benteng Belanda di Yogyakarta.

Karena kemampuannya dalam pertempuran yang banyak menimbulkan kerugian di pihak Belanda, ia mendapat julukan Pangeran Sambernyowo. Penulis Belanda, De Jange mengatakan bahwa jumlah prajurit R.M Said tidak begitu banyak akan tetapi mental jujur dan setia, terlatih dan mempunyai daya tempur yang tinggi.

Bila dilihat dari artinya "Sambernyowo" berarti menyambar nyawa. Ya, julukan adalah bukan kemauan seseorang. Jika julukan R.M Said adalah Pangeran Sambernyowo, maka itu merupakan penilaian orang lain terhadapnya karena kemampuan yang luar biasanya di medan pertempuran dalam menyambar nyawa musuh !
Diterbitkan di: 07 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    siapa saja pengikutnya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    adakah silsilah dari keturunan r. sambernyowo Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ilmu joyo kawijayan apa aja yang dimiliki KGPAA Mangkunegoro I sehingga sukses dlm perjuangannya ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    siapa nama istri dan selir pangeran sambernyowo Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dimana sy bisa menemukan buku ini Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    MAAF...ne gua mo nanya. antara pageran sambernyowo sama suporter persis yg berdiri thun 1923 (pasukan samber nyowo) apa ada hubunganya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    hampir mirip 20 Mei 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Masa lalu adl kenangan, skrg adl anugrah & besok bahkan lusa itu hrpn. Masa skrg ada krn masa lalu, jgn pernah kita lupa akan pengorbanan sesepuh kita. Jadilah manusia sejati...baik ucap & tingkahlaku Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sekedar revisi saja...disini tertulis "Mulai Sariro Hangsoro wani" kami rasa yang lebih tepat adalah " Mulat sariro hangroso wani"..terimakasih Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dimana R Mas Said di kebumikan.....? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Saya pernah mendengar sedikit tentang riwayat tentang Pangeran Samber Nyowo. Pertanyaannya : Siapakah KI KHASAN NURIMAN yang dimakamkan di dekat NGLAROH dan siapakah MATAH ATI itu ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    matah ati adalah gelar/nama lain dari Rubyah, istri RM. Said ( P.Samber Nyowo) 25 September 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. bagushakim

    pangeran

    mbah buyut yang luar biasa sampai sekarang belum ada yang menandingi cara berjuangnnya. HEBAT

    0 Nilai 03 April 2012
X

.