Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Biografi>Biografi Marsda.TNI Anm. Prof. DR. ABDULRACHMAN SALEH

Biografi Marsda.TNI Anm. Prof. DR. ABDULRACHMAN SALEH

oleh: ijay     Pengarang : Wajah dan Perjuangan Pahlawan Nasional
ª
 
Bersama pemuda lainnya berhasil menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan RI yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta ke luar negri.

Lahir di Jakarta 1 Juli 1909. Pendidkan HIS, MULO, STOVIA, AMS, GHS dan Ilmu Faal. Tahun 1934 ia mendirikan Radio Amatir yang dinamakan VORO yaitu Perkumpulan Siaran Radio Ketimuran yang dipimpinnya.

Jepang dengan tegas melarang pemuda-pemuda Indonesia menggunakan pemancar radio. Namun Abdulrachman Saleh sebaliknya membangun pemancar radio gelap dengan nama Siaran Radio Indonesia Merdeka. Jepang berusaha untuk mencari tempat pemancar radio tersebut, tetapi tidak pernah berhasil.

Tanggal 11 September 1945, siaran radio Indonesia Merdeka ditingkatkan menjadi Radio Republik Indonesia. Selanjutnya tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio.

Ketika RRI sudah berjalan lancar, selanjutnya ia beralih ke bidang penerbangan. Waktu itu pesawat-pesawat terbang peninggalan Jepang dalam kedaan rusak, suku cadang tidak tersedia, buku panduan yang ada berbahasa Jepang, sangat sulit memanfaatkan pesawat-pesawat terbang yang menyerupai besi tua tersebut. Namun,ia bersama-sama ahli teknik lainnya berhasil memperbaiki pesawat terbang itu.

Beberapa pesawat dapat kembali terbang dengan diiringi rasa bangga oleh seluruh bangsa Indonesia. Di sayap pesawat yang di kemudikan oleh pilot Indonesia termasuk Abdulrachman Saleh tergambar bendera merah putih. Sementara itu ia diserahi memimpin Pangkalan Udara Maospati di Madiun. Di sinilah Abdulrachman Saleh mendirikan Sekolah Radio Udara.

Pada bulan Juli 1947, Abdulrachman Saleh dan Adisutjipto mendapat tugas ke India untuk memperoleh pesawat terbang, instruktur dan obat-obatan.

Delapan hari setelah Agresi Militer I yaitu tanggal 29 Juli 1947 beberapa pesawat AURI telah berhasil mengebom instalasi Militer Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga.

Atas kejadian tersebut Belanda melampiaskan kemarahannya pada pesawat terbang Dakota VTCLA India yang sedang menuju Indonesia untuk PMI. Di dalamnya terdapat beberapa penumpang termasuk Abdulrachman Saleh.

Tanggal 29 Juli 1947, saat pesawat Dakota VTCLA bersiap-siap mendarat di Yogyakarta, muncul dua pesawat pemburu Belanda memberondong pesawat Dakota tersebut. Pesawat tersebut pecah dan terbakar. Semua awak pesawat gugur termasuk Abdulrachman Saleh, dan hanya seorang penumpang yang selamat. Berkat jasa-jasanya untuk negri ini, pemerintah RI menganugerahi Abdulrachman Saleh Gelar Pahlawan Nasional.

Tidak berlebihan bila nama Abdulrachman Saleh kini diabadikan menjadi nama bandara udara di Malang, nama jalan di beberapa kota di tanah air ataupun dibuatnya patung Abdulrachman Saleh di Kampus UI-Salemba. Jika dulu Abdulrachman Saleh getol berperan dalam pendirian negri ini, sementara kini patungnya-terbuat dari perunggu yang terpajang dan UI justru raib dicuri oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. Sungguh ironis memang!! Untungnya kini sudah ditemukan kembali!
Diterbitkan di: 04 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tes apa saja untuk masuk tni catam/tamtama? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.