Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Biografi>Biografi Jenderal SOEDIRMAN

Biografi Jenderal SOEDIRMAN

oleh: encik     Pengarang : Wajah dan Perjuangan Pahlawan Nasional
ª
 
Lahir di Rembang 24 Januari 1916. Pendidikan yang ditempuh HIS dan MULO. Di perguruan swasta inilah Sodirman memperoleh pelajaran tentang nasionalisme, ia juga aktif di kepanduan yang diasuh oleh Muhammadiyah.

Setamat MULO ia bekerja sebagai guru HIS di Muhammadiyah di Cilacap dan sekaligus menjadi anggauta organisasi tersebut. Tidak lama kemudian ia diangkat menjadi Kepala Sekolah. Perhatiannya terhadap masalah-masalah sosial berkembang selama masa pendudukan Jepang. Dengan beberapa teman Soedirman mendirikan koperasi yang langsung dipimpinnya.

Karena perhatiannya yang besar terhadap masalah-masalah sosial ia diangkat menjadi anggauta DPR Daerah Banyumas dan kemudian sebagai anggauta Jawa Hokokai.

Bilan Oktober 1943 Jepang membentuk PETA dan ia ikut latihan di Bogor dan setelah tamat diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya..

Sehari setelah Proklamasi Jepang membubarkan dan melucuti senjata PETA. Di Banyumas Soedirman mengumpulkan bekas anak buahnya serta membentuk BKR daerah Banyumas. Dengan kekuatan ini ia berhasil merebut sejata dan pasukan Jepang dalam jumlah yang cukup banyak. Dalam hal ini Soedirman dibantu oleh Residen Banyumas Mr.Iskak Tjokrohadisurjo.

Tanggal 5 Oktober 1945 pemerintah mengumpulkan pembentukan TKR.. BKR yang sudah ada meleburkan diri dalam TKR. Soedirman dipilih menjadi komandan resimen dan kemudian diangkat sebagai komandan Devisi V dengan pangkat Kolonel.

November 1945 para komandan TKR mengadakan rapat untuk memilih pimpinan tertinggi karena Supriyadi yang diangkat Pemerintah tidak muncul untuk menduduki jabatan tersebut. Para komandan TKR memilih Soedirman, namun tidak mendapat persetujuan pemerintah.

Tanggal 12 Desember 1945 Soedirman memipin pertempuran melawan Sekutu di Ambarawa sampai dengan tanggal 15 Desember 1945. Akhirnya pasukan Sekutu mundur dari Ambarawa ke Semarang. Dengan prestasi inilah tanggal 18 Desember 1945 Pemerintah melantik Soedirman menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal.

Tanggal 1 Januari 1946, nama TKR diganti menjadi Tentara Repubik Indonesiai (TRI). Setelah mengalami beberapa rintangan, pada bulan Mei 1947 Pemerintah mengumumkan pembentukan TNI yang merupakan gabungan TRI dan laskar-laskar.

Tanggal 17 Januari 1948 Pemerintah RI dan Belanda menandatangani Persetujuan Renvile. Akibat persetujuan tersebut sebagian Angkatan Perang ditarik dan basis pertahan mereka ke daerah yang masih dikuasai RI dan Soedirman merasa kecewa. Golongan kiri (komunis) berusaha pula menjatuhkannya dan sekaligus berusaha menempatkan Angkatan Perang di bawah kekuasaan mereka. Usaha ini dilaksanakan melalui Reorganisasi dan Rasionalisasi Angkatan Perang. Usaha itu tidak berhasil. Soedirman tetap menduduki jabatannya sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Golongan kiri kemudian melancarkan pemberontakan di Madiun, namun dalam waktu singkat dapat ditumpas.

Tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan Agerisinya ke II dengan menerjunkan pasukan di Maguwo Yogyakarta. Meskipun dalam keadaan sakit Soedirman terpaksa menyingkir ke pedalaman untuk memimpin perang gerilya melawan Belanda..

Tanggal 10 Juli setelah memimpin gerilya selama kurang lebih tujuh bulan, Soedirman kembali ke Yogyakarta. Karena kesehatannya, ia beristirahat ke Magelang namun tidak berangsur baik. Tanggal 29 Januari 1950 Panglima Besar Angkatan Perang RI meninggal dunia dalam usia muda 34 tahun dan dimakamkan di Yogyakarta. Berkat jasanya ia dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Wow, sungguh prestasi yang mengagumkan bukan! Meski meninggal dalam usia muda (34 tahun) namun tak sedikit kiprah yang sudah ditorehkan untuk negri ini! Berkaca dari biografi Panglima Besar Angkatan Perang RI ini, ketika kita berusia 34 tahun, sudah berbuat apa ya ? Jawabannya ada pada masing-masing individu tentunya !
Diterbitkan di: 03 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mana biodata nya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.