Buluh Awar desa kecil. Kalau dari Medan lokasinya setelah Sibolangit, Dipinpin oleh Perbapaan alias Penghulu dan turun temurun
memangku.
Perbapaan Buluh Awar dipangku oleh Tambat Bukit, anak tertua menggantikan ayahnya Gajuh Bukit. Beliau juga mengepalai Kerapatan Dusun yakni Kerapatan Adat wilayah Urung Sukapiring meliputi sembilan desa dengan tugas, memutuskan perkara-perkara yang timbul di wilayah itu.. Seperti persengketaan tanah, soal warisan dan sebagainya.
Tahun 1870 konsesi tanah yang luas di Sunggal oleh Sultan Deli kepada Perusahan Penanam Modal Belanda, memunculkan keberatan rakyat Sunggal dan Datuk Sunggal. Terjadilah pemberontakan rakyat Sunggal melawan Sultan Deli dan Belanda. Terlibat 500 parajurit Melayu dan 1000 parajurit Karo, berlangsung 14 Mei s/d 6 Nop 1872.
Perlawanan rakyat Sunggal dan kenyataan wewenang perkebunan atas kuli perkebunan sungguh tidak manusiawi. Membuat Tambat Bukit usia muda melawan, atas usaha prkebunan membuka lahan tembakau di sekitar Buluh Awar (1888).
Perlawanan Tambat Bukit dengan pengikutnya membawa kerugian besar bagi prkebunan. Setahun lebih beliau dikirim ke pulau Jawa untuk meredam perlawanan rakyat.
Sekembalinya dari Jawa dan masih tetap tidak dapat menerima pembukaan perkebunan tembakau di Buluh Awar.
Nov 1889, Nederlandch Zendeling Genootschap NZG dan pihak Perkebunan Belanda membuat kesepakatan Pekabaran Injil (
pi) di Sumatera Timur. Perakarsa dari perkebunan untuk keperluan perkebunan.
18 April 1890. Pdt. H. C. Kruyt sebagai utusan NZG tiba di pelabuhan Belawan dan tanggal ini dijadikan tanggal Injil masuk ke Tanah Karo. Menetap di Buluh Awar dua tahun dan diterima dengan baik dan dfasilitasi oleh Tambat Bukit.
Dia pun dipindah tugas ke Namo Rambe (1909). Dan sejak itu pula populer disapa dengan nama Jaksa Tua. Nama itu melekat karena dalam memeriksa dan memutuskan suatu prkara bersama penghulu-penghulu lainnya, beliau mertindak layaknya sebagai seorang jaksa sekali gus sebagai seorang hakim. Jaksa Tua tidak prnah sekolah, apalagi sekolah jaksa. Beliau hanya dapat membaca dan tanda tangan. Berta Acara Kerapatan Adat dan pekerjaan tulis menulis oleh juru tulis.
Kini Buluh Awar dipinpin oleh Penghulu yang dipilih secara demokratis. Membawahi tiga Kepala Dusun.
Bangunan Gereja
GBKP Gereja BatakKaro Protestan bagus. Listrik turbin sendiri, air bersih, Gedung Pertemuan, Sekolah pertama untuk masyarakat Karo, dengan penduduk sekitar 100 rumahtagga.
Ninibulang adalah sapaan hormat kepada yang sudah sepuh dalam Suku Karo, maka jadilah judul buku Ninibulang Jaksa Tua oleh pengarangnya.
Gimut Jak, 22082009