• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Biografi>Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

.

Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

oleh : Mahadewa    

Pengarang: Cindy Adams; Abdur Bar Salim
 
Dari otobiografi yang ditulis oleh wartawati Amerika Cindy Adam. Kita seolah dibawa dalam kehidupan Sang Prokalamator
sesuai phase dimana Bung Karno menjalani kehidupannya, sehingga mencapai kejayaan sebagai seorang Sukarno kecil menjadi Sang Proklamator.
Kita akan mengetahui segala sesuatu yang menyangkut diri beliau seperti masa mudanya, pendidikannya, perjuangannya, pengalamannya dan ede-edenya mengenai manusia, persahabatan, agama dan cinta. Seluruh kehidupan pribadinya beliau bentangkan secara apa adanya.
Ketika kecil dalam dekapan ibunya Sukarno kecil, mendengar kalimat ibundanya yang lembut,” Kelak engkau akan menjadi orang yang mulia, engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi disaat fajar mulai menyingsing. Jangan kau lupakan nak, bahwa engkau ini putra sang fajar.” Dan kenyataanya do’a Sang Ibu terbukti beliau menjadi Presiden pertama bagi Negara Indonesia.
Sukarno muda dalam menjalani kehidupan, ternyata mengalami pahit getirnya hidup, dibesarkan dalam kemiskinan, Ia tidak punya sepatu, mandi tidak dalam air yang keluar dari kran, ia tidak mengenal sendok dan Garpu, ketiadaannya membuat hati kecil menjadi sedih. Pada Usia 6 tahun Ia Pindah ke Mojokerto.
Pada Usia 20 tahun sebagai mahasiswa Tehnik Sipil, ia sudah lantang berpidato di muka umum, dan oleh Pemerintah Belanda dianggap pengaco, tiap Sukarno kemana ia pergi selalu diawasi polisi Belanda. Ia tidak ingin melihat masyarakatnya tertindas oleh kaum feudal. Sampai-sampai memberi nama masyarakatnya yang bernasib malang disebutnya, Marhaen.
Pada tanggal, 4 Juli 1927 Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia yang disingkat PNI, bertujuan kemerdekaan sepenuhnya sekarang !. Sejak itu Bandung dibagi menjadi beberapa kawasan Bandung Barat, Bandung Selatan, Tengah, Bandung Utara, Bandung Timur dan sekitarnya. Itu semua sebagai wilayah untuk berpidato, karena pidatonya maka ia disebut, “Singa Podium.”
Pidatonya yang tajam mengusik Pemerintah Belanda, dan akhirnya Sukarno menjadi tahanan. Masuk Penjara Banceuy sejak itu keluar masuk penjara, dirasakan juga di Penjara Sukamiskin, mengalami pembuangan sampai pelarian. Zaman Jepang dilalui mengalami penculikan, hingga perundingan Saigon. Sampai dalam perjalanan hidup mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu Gerbang Kemerdekaan.
Diterbitkan di: Maret 30, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.