Memahami Sang Diktator dari Bukunya Judul : Hitler's Private Library: The Books
That Shaped His Life
Penulis : Timothy W. Rhyback
Penerbit: Alfred A Knopf
Tebal : xx+276 hlm
Timothy Ryback menemukan sekitar 1.200 buku warisan Hitler di perpustakaan Library of Congress, Washington DC. Buku-buku Hitler penuh dengan catatan, garis bawah, tanda tanya, dan tanda seru. Berangkat dari penemuan tersebut, digabungkan dengan tulisan, pidato, percakapan, maupun tindakannya, Ryback melakukan kajian pustaka terhadap koleksi buku yang dibaca Hitler.
Ryback mencoba menelaah dunia intelektual Hitler, pemikiran, obsesi, dan juga evolusi pribadinya dari beragamnya tema buku yang dibacanya. Mulai dari buku anti-Semit, salah satunya karya Henry Ford, The International Jew, hingga sejarah awal gereja, militer, serta revolusi Rusia. Intensitas bacanya akan buku agama dan soal gaib membentuk pemikirannya akan takdir. Nietzsche memberikan pengaruh soal fanatisme dan heroisme. Sementara biografi Frederick yang Agung mampu membangkitkan semangat Hitler untuk meneruskan perjuangan saat Perang Dunia II.
Hitler juga penikmat bacaan sastra. Ia mengoleksi karya William Shakespeare. Ia juga membaca Don Quixote, Robinson Crusoe, Uncle Tom’s Cabbin, dan Gulliver’s Travel, yang disebutnya sebagai karya sastra besar dunia. Karl May adalah penulis favorit yang sangat dikaguminya. Hitler menjadikan buku-buku Karl May sebagai pelipur lara.