Buku ini membincangkan tentang bapak dan kebangsaan nasional. Mengulik ihwal peran para Bapak Bangsa--dengan spesialisasi
mereka masing-masing--dalam menggagas, membentuk, serta membangun Indonesia. Kesadaran berbangsa mulai timbul justru ketika asa kerap terkikis manakala peperangan demi peperangan yang dilakoni para pemimpin lokal tiada membuahkan gemilang. Kolonialis Belanda selalu unggul di segala sektor. Tidaklah mengherankan, para pejuang lokal nyaris selalu lebur di setiap titik tempur.
Berakhirnya abad ke-19 berarti pula mempersiapkan gaya juang model baru. Tak lagi dengan baku hantam dan adu pukul yang tak terwadahi dalam kesatuan, melainkan dengan bersenjatakan otak, pena, juga menghimpun aksi massal. Gerakan rakyat yang tampil dalam bentuk-bentuk seperti suratkabar dan jurnal, rapat dan pertemuan, serikat buruh dan pemogokan, organisasi dan partai, novel, nyanyian, teater, dan pemberontakan, merupakan fenomena yang paling mencolok bagi orang Belanda untuk melihat kebangkitan Bumiputera pada awal abad ke-20.