Led Zeppelin: Blak-blakan. Rp. 25.000
Dave Lewis & Paul Kendall. Gramedia, 2005.
ISBN: 979-22-1331-7.
130 hlm.
Harga: Rp. 40.000
Harga Anda: Rp. 25.000
Dapatkan di : http://denisbutik.multiply.com/photos/album/19#45
“Kami ditertawakan di Inggris. Kami benar-benar sengsara. Mereka sama sekali tidak menerima sesuatu yang baru. Yang diharapkan adalah The New Yardbirds, bukan Led Zeppelin. Tapi kami diberi kesempatan di Amerika.” Jimmy Page.
“Kami bahkan ditodong pistol di Texas. Beberapa orang meneriaki kami dan bersumpah serapah tentang rambut gondrong kami dan segala macam, jadi kami pun membalas. Kami bersiap pergi seusai konser tapi orang itu muncul di depan pintu. Dia menodong pistol dan berkata, ‘Kalian mau main tembak-tembakan?’ Detik itu juga kami pergi dari sana.” – John Bonham.
“Kami tidak pernah bersikap ogah-ogahan di panggung, bermain seperti pegawai yang mengikuti jam kerja dan kemudia jengkel sendiri. Itu sama sekali bukan cara kami.” – Robert Plant.
“Aku tersiksa sekali saat tur. Dulu aku punya waktu, tapi tidak punya uang. Sekarang aku punya uang, tapi tidak punya waktu...” – John Paul Jones.
Sebagai supergrup, Led Zeppelin tak pernah antusias untuk diwawancarai dan lebih suka musik mereka yang bicara. Bahkan sebagai individu mereka menahan diri, hanya sedikit bicara sampai akhirnya tuntutan zaman begitu besar sehingga mereka tidak bisa lagi mengabaikan media. Mereka lantas bicara blak-blakan, terutama setelah grup itu bubar dan reuni-reuni parsial digelar. Inilah kisah mereka, seperti yang mereka ceritakan sendiri, mulai dari pembentukan band itu, kematian John Bonham, sampai sekarang ini ...