Nama M F Siregar tidak bisa dilepaskan dari dunia olah raga Indonesia. Pengabdiannya selama 46 tahun, dipupuk rasa
cintanya pada olahraga yang telah tertanam sejak kecil, Siregar sering disebut sebagai teknokrat olahraga. Ia menimba ilmu di Akademi Pendidikan Djasmani Bandung dan Master Pendidikan Jasmani dari Springfield College, Amerika Serikat. Ini yang menjadi bekalnya menguasai olahraga dari segi teknik dan keahlian.
Selain mempunyai kemampuan teknokratis, ia juga seorang pembina dan sekaligus olahragawan. Siregar pernah menjadi atlet pada masa pelajar dan mahasiswa, lalu menjadi birokrat pemerintahan. Ia juga berperan sebagai pengurus dan pembina olahraga untuk sejumlah cabang, yaitu gulat, senam, dayung, tenis, hingga bulutangkis. Untuk cabang yang terakhir ini, Siregar sukses membawanya merebut medali emas pada Olimpiade Barcelona tahun 1992.
Pemikiran besar MF Siregar tentang olahraga jauh mengakar pada persoalan kebangkitan bangsa dan nasionalisme Indonesia. Berulangkali ia mengingatkan tentang makna nasionalisme dan manfaat olahraga bagi pembangunan bangsa dan karakter manusia Indonesia. Puncak dari pengakuan akan dedikasinya yang tinggi di dunia olahraga adalah medali penghargaan L'Ordre Olympique dari International Olympic Committee (IOC) pada tahun 1986