Halaman Utama Shvoong > Buku > Tak Mengambang Tak Meleset

.

Tak Mengambang Tak Meleset

Summary rating: 4 stars 16 Tinjauan
Pengarang : W. Stanley Heath
Review by : JoTi
Kunjungan: 481
kata: 900
Diterbitkan di: Mei 16, 2007
Buku yang saya baca berjudul “Tak Mengambang Tak Meleset” karangan W. Stanley Heath. Buku ini secara garis besar berbicara mengenai doktrin keselamatan secara cukup sederhana dan tidak begitu sulit untuk dipahami. Benang merah yang saya dapatkan yaitu keselamatan adalah mutlak pekerjaan Tuhan. Lalu apa yang harus kita lakukan jika keselamatan adalah pekerjaan Tuhan? Apakah kita hanya berdiam diri saja? Jawabannya adalah tidak. Bagian kita adalah meresponinya. Respon kita menentukan apakah kita diselamatkan atau tidak. Kita akan menerima keselamatan yang kekal apabila kita meresponi panggilan Tuhan yaitu dengan menyadari bahwa kita orang berdosa dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Tuhan mempunyai rencana untuk setiap kehidupan kita dan rencana tersebut dapat dipahami melalui Firman-Nya. Setiap orang yang sudah percaya kepada Yesus dituntut untuk menghayati imannya (tahu dan mengerti). Supaya apa? Supaya dapat menyaksikan imannya kepada orang lain jika kita ditanya mengenai iman kita. Yesus rela berbicara dengan kita tergantung respon dan sikap kita terhadap Dia. Respon yang Yesus harapkan adalah hati yang terbuka dan kesadaran membutuhkan Yesus di dalam setiap segi kehidupan kita. Keterbukaan saja tidak cukup, hal yang lebih penting adalah kita menyadari bahwa kita adalah orang berdosa. Pertobatan memiliki 2 aspek yaitu pertama mengaku dosa dan kedua berpaling kepada Yesus. Pertobatan juga dapat dilihat dari 2 sisi yaitu pertama pertobatan yang hanya terjadi 1 kali saja dalam kehidupan kita. Pertobatan ini merupakan langkah pertama menuju keselamatan. Yang kedua adalah pertobatan yang terjadi terus menerus sepanjang kehidupan kita. Pertobatan ini harus senantiasa menjadi sikap bagi orang beriman. Penyesalan tidak sama dengan pertobatan. Pertobatan memiliki 2 makna yaitu pertama keputusan untuk tidak berbuat lagi dan yang kedua adalah berganti haluan dan berpegang pada dasar yang benar. Terjadi perubahan hidup pada orang yang bertobat dan hidup orang tersebut berbuah. Pertobatan yang sungguh-sungguh meliputi pengenalan diri sebagai orang berdosa, rasa tanggung jawab di hadapan Allah, dan mengeluarkan buah yang sesuai dengan pertobatan.
Keselamatan tidak ditentukan oleh perasaan sudah diselamatkan atau belum. Setelah kita bicarakan di atas bahwa respon kita menentukan apakah kita diselamatkan atau tidak, timbul pertanyaan lalu apakah perbuatan baik mempengaruhi keselamatan kita? Dimanakah posisi dari perbuatan baik? Apakah dengan tidak berbuat baik kita tidak diselamatkan atau pertanyaan yang lain adalah apakah dengan semakin banyak kita berbuat baik kemungkinan kita diselamatkan lebih besar? Sekali lagi keselamatan adalah mutlak pekerjaan Allah. Posisi perbuatan baik adalah sebagai ungkapan/ucapan syukur kita kepada Allah karena kita yang merupakan manusia berdosa diselamatkan oleh Allah. Perbuatan baik menjadi kebiasaan/gaya hidup bagi orang yang sudah lahir baru. Justru dari perbuatan baiklah kita melihat buah yang nyata dari orang yang sudah memperoleh keselamatan. Hal ini menyatakan bahwa orang tersebut menghargai keselamatan yang Allah kerjakan di dalam hidupnya. Beberapa perubahan hidup yang harusnya terjadi setelah seseorang menerima Kristus atau dengan kata lain aplikasinya adalah : Haus membaca Firman Tuhan dan dilakukan secara teratur, memiliki rasa belas kasihan kepada mereka yang belum mengenal Yesus, memiliki jam doa yang tetap dan teratur, semakin yakin tentang pertolongan Allah, tidak sibuk lagi mengejar harta benda, selalu ingin bersaksi, kuasa untuk mengatasi godaan, dan menghargai waktu.
Di dalam perjalanan hidup kita pasti terdapat berbagai macam pergumulan/masalah. Kadang-kadang timbul keraguan dalam diri kita mengenai keselamatan yang telah kita peroleh. Dua penyebab keraguan tersebut adalah pertama dosa. Setelah kita diselamatkan kita tidak langsung menjadi suci/kudus. Kesucian/kekudusan merupakan proses yang terus menerus selalu kita usahakan/perjuangkan di dalam hidup ini. Kesucian/kekudusan merupakan sebuah pilihan. Kita masih mungkin untuk jatuh dalam dosa, hanya yang membedakan kita dengan orang yang belum diselamatkan adalah kita tidak terikat lagi atau kita tidak terus menerus hidup di dalam dosa karena benih ilahi sudah ada dalam hidup kita (1 Yohanes 3 : 9). Selain itu ketika kita jatuh maka akan timbul penyesalan yang benar-benar di hadapan Allah karena kita telah melawan Dia. Tetapi Allah berjanji bahwa Dia akan selalu setia mengampuni kita jika kita datang kepada Dia dan minta ampun secara sungguh-sungguh (1 Yohanes 1 : 9). Penyebab kedua adalah membandingkan diri kita dengan orang yang rohaninya lebih hebat. Setiap orang memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda. Sikap yang sehat adalah menjadikan orang tersebut teladan bagi hidup kita dan memacu diri kita untuk terus bertumbuh. Pencobaan-pencobaan yang kita alami bernilai dalam pertumbuhan iman kita. Selain sebagai latihan bagi otot iman kita, pencobaan juga akan membuat kita semakin bergantung pada Allah dan menyaksikan cara kerja-Nya. Allah juga berjanji dalam 1 Korintus 10 : 13 bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak akan melampaui kekuatan kita.
Setelah hal-hal di atas telah coba saya paparkan, maka kiranya kita semakin menyadari siapa diri kita di hadapan Allah. Dengan kesadaran ini marilah kita semakin setia melayani-Nya dan terus bertumbuh untuk mengenal Dia sehingga dapat semakin menyerupai Dia sampai kedatangan-Nya kembali yang kedua. Soli Deo Gloria
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.