Belakangan ini perhatian kita banyak tertuju pada isu terorisme, mulai dari peledakan-peledakan, pembunuhan dan berbagai bentuk aksi terror lainnya. Realita menunjukkan bahwa pelaku tindak terror mengaku beragama Islam, bahkan
dengan bangga
mereka mengaku sedang menjalankan ibadah Jihad, meski harus rela mati dengan bunuh diri. Mereka meyakininya sebagai tugas suci untuk mencapai kebahagiaan hakiki, terbukti dengan tayangan video pengakuan pelaku bom Bali.
Jihad adalah amalan ibadah yang sangat agung dan disyariatkan
dalam Islam dengan tujuan : pertama menegakkan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah dan yang kedua menjaga harga diri kaum muslimin.
Karena jihad adalah amalan ibadah, maka pelaksanaannya harus tegak kokoh diatas hujjah/dalil dan ini hanya ulama yang benar-benar berilmu saja yang tahu hujjah, dipimpin seorang pemimpin muslimin (bukan amir jamaah, kelompok pengajian, pemimpin majelis tertentu dan semisalnya). Namun karena kejahilan para
teroris dalam ilmu agama dan salah dalam memilih ulama, karena yang mereka angkat adalah
orang bodoh yang menjadi ulama, maka tidak satupun tujuan mulia jihad tersebut terpenuhi. Sebaliknya tindakan asal-asalan mereka malah menodai makna jihad ini, diperparah lagi yang menanggung dampak dari kebodohan mereka adalah muslimin yang secara luas tidak ada kaitannya dengan aksi terror mereka.
Melalui tulisan dalam buku ini, dua ulama besar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah abad ini, alim salafi, Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani-rahimahullah - dan Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbaad Al Badr-Hafidhahullah- , maka terungkaplah jati diri sebenarnya akidah para teroris ini, bahwa sebenarnya orang semodel dengan mereka telah ada sejak zaman Rasululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan para Shahabat Radliallohu Anhum dan sudah diingatkan kemunculannya oleh Rasululloh Sholallahu Alaihi Wassalam
Uraian dalam buku ini membahas tentang dasar akal dan agama yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab itu dalam membuat kerusakan dan kehancuran sebagai bentuk alasan Jihad. Selain itu memaparkan pula mengenai perkara pembunuhan dan bahayanya di dalam syariat-syariat terdahulu, perihal tentang seorang muslim yang membunuh dirinya karena sengaja, pembunuhan seorang muslim dengan atau tanpa hak serta hukum-hukum boleh tidaknya melakukan pembunuhan terhadap orang kafir yang dilakukan dengan sengaja maupun karena bersalah.Semoga buku ini menjadi sebab terjaganya kaum muslimin dari virus akidah para teroris. Amin…
Resensi lain tentang Takfir, Otak Teroris (Fitnah at-Takfir & Bi Ayyi 'Aql wa Dien Yakunu at-Takwir wa at-Tadmir Jihadan