Biawak dalam kelas reptil digolongkan ke dalam sukuVaranidae. Kata Varanus sendiri, yangmenunjukkan tingkatan genus pada
system taksonomi hewan ini, berasal dari kata“waran“ dalam bahasa Arab yangberarti “monitor” atau memantau. Sedangkan kata “monitor” sendiri berasal katabenda dalam bahasa latin “monito”yang artinya seseorang yang memberi peringatan. Kata “monitio“ sendirimerupakan turunan dari kata “monere“dalam bahasa latin yang berarti memberi peringatan. Dalam kebudayaan kuno,keberadaan biawak seringkali dikaitkan sebagai peringatan bagi manusia akanadanya buaya di sekitar tempat tersebut. Kemampuan biawak untuk berdiri denganmenggunakan kedua kaki belakangnya pada saat mengamati keadaan sekitar inilahyang mendasari pemberian sebutan “monitor”.Dalam buku ini Eric R. Pianka dan Dennis R. King menghimpunpara pakar biawak dari seluruh dunia sehingga dapat mengulas sejarah,kekerabatan, biologi, dan ekologi biawak. Dalam buku ini disajikan pulainformasi primer masing-masing jenis dari 54 jenis biawak, merangkum 6 jenisdari Afrika, 24 jenis dari Asia, 24 jenis dari Australia. Buku ini jugamemberikan ulasan khusus mengenai 3 jenis Varanid lain bukan Varanus (Heloderma horridum, H. Suspectum, dan Lanthanotus borneensis) dan 1 jenis yang telah punah (Estesia mongoliensis). Buku ini dibagidalam tiga
bagian; bagian pertama
membahas sejarah, biogeography, filogeni, danradiasi waktu genus Varanus. Bagiankedua membahas informasi primer tiap-tiap jenis biawak, meliputi berbagai aspekbiologi dan ekologi seperti nomenklatur, distribusi geografis, catatan fosil,deskripsi jenis, morfologi, fisiologi, reproduksi, habitat, tingkah laku, makanan,hingga parasit. Sedangkan pada bagian ketiga buku ini membahas perkembanganevolusi fisik dan reproduksi, serta bagaimana penanganan teknis dan legislasibiawak dalam penangkaran. Di bagian ketiga ini dibahas bahwa banyak orang yangmemelihara biawak memperlakukan satwa ini seperti layaknya reptil biasa,padahal ini adalah keliru. Aspek biologis dan ekologis biawak yang unikmenuntut perlakuan khusus yang perlu disesuaikan dengan kekhasan mereka.Misalnya, biawak di alam sebetulnya memiliki wilayah jelajah yang luas, namundi dalam fasilitas pemeliharaan mereka sering kali mendapatkan tempat tinggalyang sangat sempit. Akibatnya biawak menjadi kurang aktif dan cenderungmengalami kegemukan.