Buku ini ditulis dengan bahasa yang puitis. Sebuah karangan yang memerlukan keterampilan mengarang sangat baik karena pemilihan katanya sangat indah dan tertata rapi. Buku ini menjelaskan mengenai bagaimana sebenarnya kebahagiaan yang hakiki dan persepsi yang salah dari kebanyakan manusia tentang kebahagiaan.
Banyak orang mengukur kebahagiaan dari harta yang melimpah, kedudukan yang tinggi dan wajah yang rupawan. Tolak ukur ini menjadi pemahaman yang salah sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Mereka seakan lupa bahwa dunia dan isinya bersifat sementara. Mereka juga lupa akan datangnya kematian,hingga tiada kata lelah untuk terus mengejar kebahagiaan duniawi. Persepsi kebahagiaan dengan mengejar hal-hal yang bersifat duniawi sebenarnya hanyalah kebahagiaan semu dan fana.
Kebahagiaan yang hakiki, dalam konteks ini adalah perjumpaan seorang hamba dengan Rabbnya,tuhan sang pencipta makhluk. Kebahagiaan dalam dimensi spiritualitas dimana kebahagiaan itu hanya ada di beranda hati seorang muslim sejati. Penulis buku ini, seolah hendak menyadarkan manusia terutama kaum muslim,meluruskan kekeliruan dan persepsi yang salah tentang kebahagiaan. Kebahagiaan yang sebenarnya tidak bersandar pada kehidupan materialistik ,melainkan kebahagiaan tumbuh dalam bentuk keimanan dan ketakwaan,dalam wujud sabar,syukur dan tawadhu.Kebahagiaan tidak dapat dinilai dengan mata biasa,tapi kebahagiaan hanya dapat dilihat dan dirasakan oleh hati,karena kebahagiaan berada di beranda hati setiap muslim.
Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh kaum muslim dan untuk Anda yang ingin menemukan kebahagiaan sesungguhnya. Selamat membaca.