Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Bersikap Positif Terhadap Pancasila

Bersikap Positif Terhadap Pancasila

oleh: ngelek     Pengarang: Drs. Setiadi; Drs. Retno Listyarti;
ª
 
  • BERSIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA
    Sikap positif warga negara terhadap Pancasila didasari oleh fungsi Pancasila. Dalam bentuknya yang sekarang, Pancasila berfungsi sebagai dasar negara yang statis karena merupakan landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia; tuntutan yang dinamis karena Pancasila bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan zaman (inilah mengapa Pancasila dimaknai sebagai ideologi terbuka); serta alat pemersatu bangsa.
    Sikap positif terhadap pancasila pada dasarnya adalah sejauh mana kita mamaknai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, untuk selanjutnya diterapkam dalam kehidupan sehari-hari. Kita sering mendengar bahwa Pancasila perlu diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pengalaman Pancasila dalam kehidupan bernegara dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut.
    1. Pengalaman secara objektif
  • Pengalaman secara objektif adalah melaksanakan dan menaati peraturan perundang-undangan sesuai normal hukum negara yang berlandaskan Pancasila. Pengalaman secara objektif memerlukan dukungan kekuasaan negara. Pengalaman secara objektif bersifat memaksa dan disertai sanksi hukum. Artinya, siapa saja yang melanggar norma hukum mendapat konsekuensi dari perwujudan nilai dasar Pancasila sebagai norma hukum negara.
    2. Pengalam secara subjektif
    Pengalam secara subjektif adalah menjalankan nilai-nilai Pancasila yang berwujud norma etik secara pribadi atau kelompok sebagai pendoman bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pengalaman secara subjek ini, Pancasila menjadi sumber etika dalam bersikap dan bertingkah laku setiap warga negara dan penyelenggara negara. Etika kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 adalah norma-norma etik yang dapat kita amalkan. Pelanggaran terhadap norma etik tidak mendapatkan sanksi hukum, melainkan sanksi dari diri sendiri. Pengalaman secara subjektif merupakan konsekuensi dari mewujudkan nilai dasar Pancasila sebagai norma etik berbangsa dan bernegara
    Diterbitkan di: 11 Oktober, 2011   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    kasih contohnya dong ... br lbih jlas ... Lihat semua
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .