Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Club Camilan

oleh: matamata     Pengarang: Donna Talitha; Bella Widjaja; Brigitta NS
ª
 
Jika hidup adalah lintasan-lintasan acak dan pertemuan merupakan singgungan garis lintas, maka tiga perempuan lesbian, penulis Club Camilan, menemukan titik singgung garisnya pada sebuah blog. Secara bergantian, ketiga perempuan ini mencatatkan kehidupan mereka selayaknya manusia masa cyber menulis sebuah blog. Namun, amat menarik ketika ketiganya seolah mempunyai konvensi bagaimana potongan-potongan hidup mereka mesti dicatat. Ada alur yang berkesinambungan, ada dialog yang tertata rapi, ada keutuhan karakter yang dibangun. Rasanya memang amat mencukupi syarat sebagai sebuah karya fiksi yang rapi. Fiksi yang berangkat dari sebuah blog.

Tiga perempuan lesbian ini menuliskan kisahnya masing-masing dengan alur dan tokoh yang sama sekali tidak bertautan. Bisa dibilang bahwa ada tiga buah cerita besar dalam sebuah novel. Ada sosok Dona yang dikelilingi banyak perempuan dan cinta. Juga permasalahan klasik yang diidap kebanyakan lesbian, ditentang kelesbianannya terutama oleh keluarga. Bahwa tidak semua orang menganggap lesbian cuma sebuah orientasi seksual yang berbeda, namun sebuah dosa dan kecacatan yang mesti diobati dan ditobatkan.

Kisah ke-dua mengenai Bolu dengan cinta segitiganya. Meskipun secara seksual Bolu tertarik pada perempuan, tapi tekanan dan angan-angan untuk hidup dengan tenang membuatnya melarikan diri pada laki-laki. Semacam kamuflase agar terlepas dari tudingan dan tekanan dari masyarakat maupun keluarga.

Ada Brownies di cerita ke-tiga. Kisah Brownies merupakan perwakilan sisi mengenaskan dari kehidupan seorang lesbian di Indonesia. Apalagi yang lebih menderita bagi lesbian dari pada dipaksa untuk menjalani orientasi seksual hetero selayaknya masyarakat pada umumnya. Belum lagi kehilangan orang-orang yang dicintainya yang dipaksa menjalani pernikahan hetero.

Sebenarnya kisah ketiga perempuan dalam Club Camilan hampir merangkum sebagian besar permasalahan orang-orang homoseksual di masyarakat yang homophobia. Meskipun permasalahan tersebut terasa klise, namun cara penceritaan mereka membikin novel ini cukup nikmat dibaca.

Diterbitkan di: 18 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.