Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Navigasi Darata , Peta & Kompas

Navigasi Darata , Peta & Kompas

oleh: Che_ZOEL     Pengarang : La Ode Muh. Nuzul Ansi Makarata
ª
 
NAVIGASI DARAT
Navigasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Navis,yang artinya perahu kapal dan Agake yang artinya mengarahkan. Secara harfiah mengarahkan sebuah kapal dalam melakukan pelayaran. Pada perkembangan selanjutnya kata navigasi tidak hanya diperuntukkan lagi dalam dunia kemaritiman, akan tetapi juga digunakan dalam perjalanan darat (navigasi darat) dan udara (navigasi udara).

A. Peta dan Kompas
1. Peta
• Pengertian Peta
Peta merupakan penggambaran suatu medan secara simbolik. Peta dapat pula diartikan sebagai penggambaran sebagian permukaan bumi yang diproyeksikan dalam bidang datar dengan bentuk dua dimensi dan diperkecil dengan perbandingan tertentu. Peta juga membantu melihat kenampakan suatu medan seolah-olah dari udara.
• Jenis Peta
Peta Umum (general purpose map)
Peta yang menampilkan banyak informasi, seperti peta dunia, peta negara, peta topografi, dan topdam
Peta tematik (special purpose map)
Peta yang menekankan pada satu tema tertentu, seperti peta curah hujan dan peta cuaca.
Dalam dunia kepencinta-alaman jenis peta yang digunakan adalah peta topografi. Keunggulan peta ini digunakan karena memuat banyak informasi,seperti sungai, pemukiman, hutan lebat, ladang/sawah, dan menggambarkan kondisi medan.
Bagian-bagian dalam peta topografi
 Skala peta
Perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala peta terdiri dua jenis yaitu skala angka dan skala garis.
Contoh skala angka
1: 50.000, berarti 1 cm jarak di peta = 50.000 cm jarak sesengguhnya di lapangan
Contoh skala garis…?
 Nomor lembar Peta
Nomor registrasi dari instansi yang membuat dan juga berguna sebagai petunjuk untuk memperoleh peta daerah lainnya.

 Judul Peta
Merupakan nama tempat (kawasan, biasanya nama kecamatan) yang tergambarkan atau yang ditampilkan dalam peta tersebut.

 Tahun Peta
Masa pembuatan atau diterbitkannya peta tersebut. Peta yang tahun pembuatannya baru akan memberikandata yang lebih akurat.

 Penerbit
Badan yang menerbitkan peta tersebut. Di Indonesia badan yang mula-mula menerbitkan peta adalah Balanda yang dilakukan pada abad ke-18, setelahnya itu kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Topografi Angkatan Darat pada tahun 1969 lalu disusul Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BASOKURTANAL) sampai sekarang.

Proses pembuatan peta berjalan sekitar enam abad yang lalu. Tahun 1586 Humfrey Cole mengembangkan alat yang disebut cross staff yang digunakan untuk mengukur ketinggian dan jarak suatu titik acuan. Alat ini pertama kali ditemukan di Cina. Selanjutnya pada tahun 1700 James Cook mengembangkan pembuatan peta dengam menggunakan kompas magnetik dan sektan. Di awal abad 19 Teodolit ditemukan. Alat ini digunakan untuk menghitung perbedaaan tinggi jarak dan arah. Setelah Teodolit pembuatan peta mengalami perubahan yang cukup signifikan, yaitu ditemukannya pemetaan foto udara (fotogrametri). di tahun 1900-an berkembanglah pembuatan dengan bantuan sumber daya satelit (land satelit) dan diabad 21 disempurnakan dengan kehadiran navigasi satelit dan system komputerisasi yang kompleks.

 Legenda
Tanda atau simbol yang menunjukkan keadaan suatu medan dan sumberdaya yang terdapat dalam peta.

 Garis Lintang
Garis khayal yang melingkari bumi sejajar dengan garis khatulistiwa, baik yang ada diselatan (garis lintang selatan) maupun di utara (garis lintang utara)
 Garis Bujur
Garis khayal yang ditarik dari kutub utara ke kutub selatan untuk memudahkan menentukan lokasi suatu tempat dilihat dari garis meridian 0 (Greenwich)
 Karvak
Kotak persegi yang terbentuk karena perpotongan garis khayal lintang dan bujur.

 Kontur
Garis pada peta namun tidak saling berpotongan yang berguna untuk mengetahui tinggi rendahnya suatu medan dan bentuk suatu medan. Garis kontur disebut juga garis ketinggian.

Sifat garis kontur
• Garis kontur dengan ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilngi garis kontur yang lebih tinggi.
• Garis kontur tidak pernah saling berpotongan
• Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap walaupun kerapatan kedua garis berubah-ubah
• Daerah datar menggambarkan jarak antara kontur berjauhan, sedangkan daerah yang terjal jarak konturnya lebih rapat.
• Punggungan gunung terlihat dipeta sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak Sedangkan lembah gunung diperlihatkan dengan bentuk huruf V yang ujungnya tajam menjorok kearah puncak.

 Arah
Petunjuk arah pada peta terdiri dari utara sebenarnya (US), utara peta atau utara grid (UG), dan utara magnetic (UM). Utara sebenarnya adalah arah yang menunjukkan kutub utara bumi.Utara peta adalaharah yang ditunjukkan oleh garis tegak lurus verikal (Y) utara magnetis adalah arah yang menunjukan kutub utara magnetis bumi. Kutub utara magnetis bumi tidak bertepatan dengan kutub utara bumi. Kutub utara magnetis bumi terletak di sebelah utara Kanada, jazirah Bothia.

 Deklinasi/Iktilaf (sudut Penyimpangan)
Deklinasi atau iktilaf adalah sudut yang dibentuk oleh jarum magnet kompas dengan arah utara. Deklinasi peta pada tiap tahunnya mengalami pergeseran, baik itu bergeser kearah barat ataupun kearah timur. Proses pergeseran ini diakibatkan oleh perputaran bumi.

Diterbitkan di: 22 Desember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara menghitung deklinasi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.