NABI MUHAMMAD
BUTA HURUF ATAU GENIUS?
Oleh : Syekh Al-Maqdisi
Makna kata
ummi dalam surah Ali Imran,
”Jika mereka menyangkalmu katakanlah bahwa aku dan para pengikutku berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah mendapat kitab suci dan orang-orang ummi, ’Apakah kalian sudah berserah diri?’ Andai mereka telah berserah diri, maka mereka ssesungguhnya telah mendapatkan petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling,maka tugasmu tak lebih dari menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-Nya.(Ali-Imran:20)”.
“Diantara orang Ahli kitab itu ada yang jika dipercayakan kepadanya harta yang banyak, mereka akan membayarnya kembalu kepadamu. Tetapi diantara mereka ada (pula) yang jika dipercayakan kepadanya sedinarpun, tiada mengembalikannya kepadamu kecuali jika kamu terus-menerus menagihnya. Yang demikian itu karena mereka berkata, ‘Tidak ada kewajiban bagi kami terhadap orang yang tidak berpengetahuan (ummiyyin). ‘tapi mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, dan mereka mengetahui.(Ali-Imran:75)”.
Makna kata ummi dalam surah Al-A’raf,
“Katakanlah, ‘Hai manusia! Aku utusan Allah kepada kamu sekalian. (Allah) Pemilik kerajaan langit dan bumi. Tiada tuhan selain Dia. Dia menghidupkan dan Dia mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya. Taatilah dia supaya kamu memperoleh bimbingan.(Al-A’raf:158).”
“(Yaitu) mereka yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati disebut dalam Kitab mereka sendiri, Kitab Taurat dan Injil, yang menyuruh mereka melakukan kebaikkan dan melarang kemungkaran. Yang menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan melarang segala yang buruk. Yang membebaskan mereka dari bebannya, dan belengguh-belengguh yang memberatinya. Maka orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, membelanya, serta mengikuti cahaya yang diturunkan bersamanya, merekalah yang beroleh kejayaan.(Al-A’raf:157)”.
Makna kata ummi dalam surah Al-Jumuah,
“Dialah yang mengutus di antara orang yang ummi seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, dan menyucikan mereka, dan mengajari mereka Kitab (Al-Quran) dan Hikmah, sekalipun mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata.(Al-Jumuah:2)”.
Makna kata ummi dalam surah Al-Baqarah,
“Dan diantara mereka ada yang ummi, yang tiada kenal kitab, tapi (melihat dalamnya) keinginan-keinginan saja. Dan mereka hanya mengira-ngira.(Al-Baqarah:78)”.
Enam ayat di atas, ummi adalah non Yahudi atau non Nasrani, dalam sejarah orang-orang diluar penganut Yahudi dan Nasrani disebut orang ummi atau goyem dalam bahasa Ibrani. Ummi juga dapat diartikan oleh orang Yahudi dan Nasrani adalah orang yang tidak memahami kitab-kitab suci ajaran agama mereka.
Dipertegas pengertian ummi untuk nabi Muhammad,
Dalam surah Al-Ankabut,
“Dan kamu tiada (dapat) membaca kitab sebelumnya (Al-Quran) ini (datang), dan tiada pula kau (dapat) menuliskannya, tentulah ragu orang yang mengingkarimu.(Al-Ankabut:48)”.
“Tidak, (Al-Quran) ini mengandung tanda-tanda yang nyata dalam hati orang yang berilmu. Dan hanyalah orang durjana yang mengingkari tanda-tanda kebesaran (Kami).(Al-Ankabut:49)”.
Dua ayat di atas menegaskan bahwa ke ummi-an Nabi Muhammad SAW, bahwa Nabi Muhammad tidak pernah membicarakan kitab-kitab sebelumnya dan tidak pernah membicarakan isi Al-Quran sebelum Allah mengangkatnya menjadi Nabi dan Rasulnya yang terakhir sampai akhir zaman.
Nabi Muhammad SAW seorang pedagang, yang di percaya oleh Khadijah istri beliau seorang wanita pedagang besar, jadi tidak mungkin Nabi Muhammad SAW buta huruf dan tidak dapat menulis, hal tersebut dipertegas dalam surah,
Dalam surah Al-Baqarah,
“Wahai orang-orang yang beriman, bilamana engkau menjalankan transaksi utang-piutang sampai tenggat waktu tertentu, hendaklah engkau tuliskan. Dan hendaklah yang menuliskan adalah seorang akuntan yang adil.(Al-Baqarah:282)”.
“Hendaklah didatangkan saksi dari seorang laki-laki atau dua orang perempuan sehingga bila salah seorang dari keduanya lupa, maka yang lain dapat mengingatkan.(Al-Baqarah:282)”.
Nabi Muhammad menerangkan, mempertegas dalam suatu proses transaksi perdagangan dan soal hutang piutang. Jadi, ummi artinya bukan buta huruf atau tidak dapat membaca dalam artian yang menyangkut kertas dan pena.
Ke-ummia-an Nabi Muhammad, adalah kejujuran dan amanah, sebagai rasul dan nabi terakhir menyampaikan mukjizat terbesar yaitu : “AL-QURAN”.