Angus Buchan adalah seorang keturunan Skotlandia yang bekerja sebagai pengusaha perkebunan di Afrika Selatan. Bersama isterinya
Jill dan anak-anaknya (Andrew, Lindi, dan Robyn), Angus Buchan hidup dan bekerja di lahan pertaniannya yang dinamai SHALOM yang berarti Damai. Menanam kentang di lahan kering dan di saat musim kering karena badai El-Nino bagi para petani di Afrika Selatan bukanlah pilihan, karena kentang membutuhkan air yang banyak untuk hidup. Tetapi Angus Buchan melakukannya dengan iman kepada Tuhan Yesus, padahal dia belum pernah melakukannya. Tuhan menurunkan hujan, hasil panen kentang melimpah-ruah dengan kualitas terbaik. Imannya kepada Tuhan Yesus mulai tumbuh ketika Angus Buchan menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani Billy Graham. Kemudian Angus mempunyai kerinduan untuk memberitakan Injil - Kabar Baik tentang Keselamatan dari Tuhan Yesus. Angus Buchan tidak pernah mengakui dirinya sebagai seorang Pendeta tetapi dia menyatakan dirinya sebagai Pengkhotbah Injil Tuhan Yesus. Dengan demikian dia melaksanakan tugasnya memberitakan Injil Kabar Baik Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus untuk juga mendapat bagian keselamatan dari Tuhan Yesus. Campur-tangan Tuhan atas hidupnya tidak hanya terbatas pada hal-hal dalam pelayanan Tuhan saja, tetapi juga dalam pekerjaan pertaniannya. Sebagai Pengkhotbah, Tuhan telah membawa Angus Buchan ke berbagai tempat di dunia seperti ke Inggris, Skotlandia bahkan sampai ke Selandia Baru, perjalanan yang tak pernah dibayangkannya. Di SHALOM didirikan sebuah salib besar yang dapat dilihat dari jarak bermil-mil, didirikan oleh Mike Henderson - seorang yang tidak percaya kepada Tuhan tetapi menerima visi dari Tuhan dan kemudian menerima Tuhan Yesus menjadi Juru selamat hidupnya - untuk mengenang putranya Shaun. Satu hal yang hebat yang dilakukan Tuhan atas kehidupannya adalah ketika lahan pertaniannya - SHALOM pun dipakai Tuhan untuk menjadi tempat pelayanan bagi orang-orang yang miskin dan terbuang, untuk anak-anak Angus mendirikan Beth Hatlaim (rumah anak-anak domba). Di suatu hari Jumat tanggal 26 Februari 1999 Tuhan memberi visi kepada Angus Buchan untuk menabur benih yaitu Firman Tuhan yang tertulis dalam Injil ke daratan Afrika karena Afrika membutuhkan Firman Tuhan. Untuk mewartakan Injil Firman Allah ke seluruh daratan Afrika bukanlah hal yang gampang mengingat di Afrika masih hidup kekuatan-kekuatan gelap dan sihir (okultisme), kerap terjadi pertikaian antar suku, kemiskinan yang parah, taraf hidup dan kesehatan yang sangat rendah, penyakit HIV/AIDS dan malaria merajalela, menyebabkan orang-orang hidup dalam keputus-asaan. Angus Buchan melaksanakan visi itu, lagipula Tuhan-lah yang memimpinnya bahkan menyediakan sarana yang dibutuhkan antara lain sebuah truk besar berwarna kuning untuk menjelajah daratan Afrika. Bulan Juni 2000 perjalanan dimulai dari Zambia, Tanzania, sampai Mozambique. Sebagai manusia biasa Angus Buchan juga mempunyai kekhawatiran tetapi imannya kepada Tuhan lebih besar daripada kekhawatirannya bahkan Angus Buchan tunduk dan menyediakan dirinya untuk menjadi alat Tuhan dan membiarkan Tuhan menjalankan rencanaNya sesuai KehendakNya. Angus Buchan tetap menjaga hubungannya dengan Tuhan melalui doa-doanya, karena dia mengimani bahwa ada kuasa di dalam doa.
Ketika manusia bekerja, merekalah yang bekerja. Tetapi ketika manusia berdoa, Allah bekerja. Iman seperti kentang adalah iman yang polos, sederhana, dan nyata yang akan memelihara kita dalam kehidupan sehari-hari.