START DAN FINISH ADALAH SATU.
Ketika kita menghadapi sebuah tugas atau tantangan baru, sebuah perubahan
dalam hidup kita, kita sering kali agak ragu untuk menanggapinya dengan penuh antusias. Kita mengambil langkah tenang-tenang saja sampai hasil awalnya tampak. Jika hasilnya kelihatan bagus, kita cenderung untuk melanjutkannya. Jika hasilnya negatif atau meragukan, kita bertanya-tanya apakah kita berada di jalur yang benar dan ragu untuk maju. Sering kali kita ragu-ragu dan mundur pada awal sebuah kesuksesan karena kita tidak dapat melihat kesuksesan. Bayangkan betapa penuh percaya dirinya Anda jika Anda dapat melihat hasil yang akan dicapai sebelum terlihat. Pada dasarnya Anda dapat melihat hasil yang akan dicapai sebelum terlihat...
Kita bicara mengenai perasaan yang sering kali dimiliki orang bahwa ada satu hal yang seharusnya mereka lakukan, ada satu panggilan suratan nasib yang tidak dapat terdengar. Ini adalah suatu perasaan yang menyebalkan, sama seperti pernah mengetahui nama seseorang tetapi kemudian tidak dapat mengingatnya, perasaan telah melupakan sesuatu yang penting yang pernah Anda ketahui. Dari sudut pandang jalurnya, waktu berjalan hanya dari masa lalu ke masa depan sehingga sangatlah tidak lazim jika Anda mengatakan bahwa Anda telah melupakan masa depan. Namun, inilah yang akan kita rasakan ketika kita menjadi ragu dengan misi kita.
Perasaan itu akurat. Aspek dari diri Anda yang hidup dalam waktu kosmis, roh Anda, selalu sudah mengetahui misi Anda. Misi Anda adalah penyebab Anda dilahirkan. Keberadaan Anda sekarang ini adalah bukti bahwa tujuan Anda telah ada. Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak mengetahuinya, Anda menderita amnesia temporer yang kita alami ketika kita mendarat di jalur waktu linear. Anda hanya melupakan sesuatu yang sudah Anda ketahui.
Sekarang coba Anda pikirkan tentang telepon Anda. Sebelum telepon pertama dibuat, Alexander Graham Bell sudah memiliki gagasan atas telepon. Namun, dari mana dia mendapatkan sebuah gagasan atas sesuatu yang tidak ada dan belum pernah ada? Jawabannya adalah bahwa benda tersebut ada di masa depan. Bell melihat ke masa depan dan "melihat" telepon itu. Selama dia menghabiskan waktu di laboratoriumnya, melakukan hal yang sekarang kita sebut "menciptakan" telepon, dia sebenarnya mengingatnya, mengulang kembali bayangan-bayangan samar yang pernah dilihatnya. Pemikirannya adalah usaha untuk membawa memori itu lebih fokus. Ketika dia pada akhirnya berhasil mengingatnya dengan benar, menciptakan sebuah telepon yang benar-benar bekerja, dia mungkin mengatakan, "Ya! Tepat seperti inilah yang saya ingat!"
Segala sesuatu yang Anda ciptakan, diciptakan tiga kali. Anda pertama-tama menciptakan dengan roh Anda, kemudian dengan pikiran Anda, dan akhirnya dengan tubuh Anda. Anda mulai dengan sebuah mimpi, sebuah visi, sebuah gambaran mental yang dibawa oleh roh Anda dari masa depan. Kemudian Anda membuat rencana dan strategi dengan pikiran Anda untuk membuat visi itu menjadi kenyataan. Anda menerjemahkan visi Anda ke dalam kata-kata yang mulai Anda tuliskan dan tukarkan dengan orang-orang lain yang mungkin dapat membantu Anda. Akhirnya, Anda mengambil langkah pertama dalam dunia nyata. Jika dilihat dari perspektif waktu bumi, tindakan konkret pertama yang Anda ambil adalah awal proyek tersebut. Jika Anda mulai sebuah perusahaan, orang akan mengatakan bahwa perusahaan itu ditemukan pada hari perusahaan itu beroperasi. Menurut perspektif alam semesta, hari itu adalah akhir, hasil yang dapat dipetik. Pikiran disaring menjadi kata-kata dan kata-kata disaring menjadi keinginan. Hasil akhirnya selalu sudah ada sebagai energi. Melalui tindakan Anda sendiri, Anda sudah membuat keinginan itu memasuki jalur waktu linear dan bermanifestasi menjadi benda. Anda-lah kesatuan roh, pikiran dan tubuh yang menjalin hubungan antara waktu kosmis SAAT INI dan gerakan waktu yang linear dan teratur dalam kontinum ruang dan waktu.